Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Penurunan Status Gunung Bromo Belum Bisa Dipastikan
Jumat, 03 Desember 2010 06:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/12 (SIGAP) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan belum bisa memutuskan penurunan status Awas Gunung Bromo (2.329 mdpl), meski saat ini intensitas letusan di gunung api tersebut menurun.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi Dari PVMBG Gede Suantika mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa menentukan kapan status Gunung Bromo diturunkan, meski sejak Selasa (30/11) hingga Rabu intensitas letusan Gunung Bromo mulai menunjukkan adanya penurunan.

Namun demikian, lanjutnya, barometer yang dijadikan acuan dalam menurunkan status gunung adalah apabila amplitudo untuk gempa tremor di gunung tersebut mencapai 0,1 milimeter.

"Sedangkan gempa vulkanik tidak muncul atau nol milimeter. Atau pun ada gempa hanya ada satu kali dalam sebulan," ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, karakter Gunung Bromo berbeda dengan gunung api lainnya di Indonesia seperti halnya dengan Gunung Merapi yang sempat mengeluarkan lava pijarnya. "Potensi mengeluarkan lava pijar tetap ada, tapi kadarnya mungkin berbeda dengan Merapi," ucapnya.

Namun demikian, lanjut Gede, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga tetap berhati-hati dengan kondisi Gunung Merapi sampai statusnya diturunkan. "Bisa saja intensitas letusan bisa meningkat lagi," katanya.

Diketahui intensitas letusan Gunung Bromo sejak Selasa (30/11) hingga Rabu (1/12) terus menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan. Hal itu ditunjukkan dengan ketinggian abu vulkanik yang kini berwarna hitam kecoklatan menurun dikisaran 300 meter.

"Jika sebelumnya, ketinggian abu vulkanik mencapai 700-800 meter, namun sejak Selasa kemarin mulai menurun dikisaran 300 meter," paparnya.

Selain itu, lanjut dia, data yang terekam di pos pantau Gunung Bromo pada Rabu (1/12) sejak pukul 00.00 - 06.00 WIB mencatat, telah terjadi terjadi 10 kali gempa vulkanik ringan dengan amplitudo maksimum 38 milimeter dengan lama gempa rata-rata 20 detik.

Sedangkan gempa tremor juga masih terus terjadi dengan jumlah amplitudo maksimum 4 milimeter. Begitu juga ketinggian asap dan abu yang dikeluarkan dari kawah Gunung Bromo mencapai 300 meter hingga saat ini masih mengarah ke utara (Pasuruan).

Sementara itu, bbyek wisata Gunung Bromo hingga kini masih ditutup untuk umum, meski status gunung tersebut terus menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.

Humas TNBTS, Nova Elina, Kamis (2/12) menjelaskan, meski status Gunung Bromo (2.329 mdpl) menunjukkan tanda-tanda penurunan, namun kondisi itu masih dianggap belum aman bagi wisatawan yang akan berkunjung ke gunung itu.

"Memang menunjukkan penurunan, namun kita masih menutup obyek wisata Gunung Bromo," kata Nova. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita