Minggu, 27 Mei 2012
Disnakertrans: 100 KK Tramigran Akan Didatangkan ke Lebong
Jumat, 03 Desember 2010 06:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/12 (SIGAP) - Kepala Bidang Penempatan dan pengembangan Kawasan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Bengkulu Arif Sasongko, Jumat (3/12) mengatakan, sebanyak 100 kepala keluarga warga transmigrasi asal Pulau Jawa pada pertengahan Desember 2010 akan datang ke Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu guna menempati pemukiman transmigrasi umum di daerah itu.

Lebih lanjut Arif mengatakan, saat ini pembangunan rumah dan sarana umum lainnya sudah dikerjakan dan siap ditempati serta proses pemberangkatan dalam persiapan pemerintah daerah asal warga tersebut.

Dirinya menjelaskan, ke-100 KK warga transmigran yang akan ditempatkan di daerah itu terdapat warga penduduk setempat sebanyak 50 KK dan warga asal Pulau Jawa 50 KK.

Warga transmigran asal Pulau Jawa itu berasal dari dua daerah, yakni Kabupaten Garut, Jawa Barat dan Serang, Banten, masing-masing sebanyak 25 KK.

"Jika tidak ada hambatan mereka akan berangkat tanggal 14 dan 24 Desember 2010 langsung menempati pemukiman tersebut," katanya.

"Kita sudah menerimah Surat Perintah Pemberangkatan (SPP) dari Kementerian Transmigrasi dan tinggal menunggu kesiapan pemerintah daerah asal warga untuk memberangkatkan, namun sejauh ini sudah menerima jadwal pada pertengahan dan akhir bulan ini," katanya.

Perintah pemberangkatan itu berdasarkan usulan daerah penerima yaitu Pemkab Lebong, yang menyatakan siap menerima warga transmigrasi tersebut karena kesiapan pembangunan beberapa sarana yang tersedia, ujarnya.

Warga itu, yang masuk pada program transmigrasi umum tetap mendapat fasilitas usaha berupa lahan seluas dua hektare, terdiri atas 0,25 lokasi pekarangan perumahan, 0,75 lahan usaha I serta satu hektare sebagai lahan usaha II.

Selain itu, warga transmigran tersebut berhak mendapat jaminan hidup berupa makan selama satu tahun dan pembinaan kewirausahaan lainnya.

Dengan demikian diharapkan penempatan warga transmigrasi dapat menopang program pemerataan penduduk dan pertumbuhan ekonomi perdesaan, ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Transmigrasi adalah suatu program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk ke daerah lain di dalam wilayah Indonesia. Penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran.

Program transmigrasi di Indonesia yang telah berlangsung selama 59 tahun, merupakan sebuah perjalanan panjang yang telah terbukti mampu meningkatkan kehidupan bangsa Indonesia yang tinggal di negara kepulauan dengan masyarakat yang heterogen.

Secara umum tujuan pembangunan transmigrasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan daerah, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (laporab rusman/ant)

 

Arsip Berita