Minggu, 27 Mei 2012
Pemprov Bengkulu Usulkan Jalur Evakuasi Dibuat Oleh Program TMMD
Jumat, 03 Desember 2010 04:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/12 (SIGAP) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Bengkulu Ir Ali Berti, Jum’at (3/12) mengatakan,  Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembangunan jalur evakuasi bencana alam dikerjakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Pertimbangannya, dalam pelaksanaannya akan lebih cepat dan membutuhkan biaya ringan," katanya.

Hal itu, katanya, sudah disetujui Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamudin, dan kini tinggal koordinasi dengan Korem 041 Garuda Emas serta alokasi pendanaannya.

Dirinya menjelaskan, ada 4 jalur evakuasi yang akan dibangun antara lain sekitar Gunung Kaba, Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong karena kondisi gunung berapi itu menunjukan gejala aktif bahkan statusnya menjadi waspada.

Sedangkan di bagian gunung itu banyak terdapat pemukiman warga berkebun sayur-mayur dan petani gula aren terbesar di Provinsi Bengkulu.

"Bila tidak menyalahi aturan, pembangunan jalur tersebut bisa dimasukkan dalam program TMMD karena sudah diprogramkan pada anggaran," katanya.

Padahal, katanya, bisa saja pembangunan jalur tersebut dimasukkan dalam pembiayaan APBD 2011, tetapi membutuhkan proses tender dan memakan waktu lama.

Sementara jalur evakuasi semakin mendesak karena datangnya bencana tidak ada yang bisa memperkirakan waktunya.

Pembangunan jalan evakuasi dimulai dari desa yang terdekat dengan Gunung Kaba seperti Desa Sumber Urip (Dusun Gelang), Kabawetan, Sindang Keliingi dan Sindang Dataran.

Jumlah penduduk dengan radius 10 Km mencapai 15.000 jiwa yang masuk dalam kawasan bencana letusan Gunung Kaba.

Melalui program TMMD diharapkan Pemkab Rejang Lebong dan masyarakat tinggal di sekitar Gunung Kaba bisa membantu gotong royong untuk membuka jalan evakusi.

Rencananya jalan tersebut akan dikoral dan diaspal, agar mempermudah mobilitas jika terjadi terjadi bencana seperti status Gunung Kaba menjadi awas maka semua cepat penduduk diungsikan untuk penyelamatan.

Program TMMD di Bengkulu tergolong cukup berhasil karena sudah dibuktikan membuka berbagai jalur sentra produksi dan jalan umum perdesaan.

Masyarakat pada umumnya spontanitas membantu karena merasakan manfaat yang besar dari program tersebut.

Kerja sama dengan Korem 041 Gamas sebelumnya dilakukan untuk memperbaiki jalur di Pulau Enggano dan ternyata berhasil, hal itu bisa dilaksanakan juga pada pekerjaan di tempat lain yang mendesak, katanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan Tim Pemetaan Risiko Bencana Provinsi Bengkulu, setidaknya ada sembilan ancaman bencana alam berpotensi melanda daerah itu, yakni gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, tanah longsor, kebakaran hutan, angin puting beliung, kekeringan dan abrasi.

Sembilan ancaman bencana ini merupakan kajian tim pemetaan risiko bencana bekerja sama dengan badan Program Pembangunan PBB (United Nation Development Program/UNDP) dan organisasi nonpemerintah dari Swiss, Swisscontact.

Ancaman bencana gempa bumi terjadi hampir di seluruh wilayah Bengkulu karena daerah tersebut berada di pertemuan 2 lempeng aktif, yakni Eurasia dan Indoaustralia serta patahan Sumatra (Sumatran fault).

Tim menetapkan wilayah yang berada di kawasan bencana gempa bumi dengan intensitas cukup tinggi antara lain Kota Bengkulu, Mukomuko, Curup, Manna, Bintuhan, Tais, Muara Aman, Kepahiang, Seginim, Linau dan Malakoni di Pulau Enggano. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita