Minggu, 27 Mei 2012
Jakarta: Palyja Lakukan Pemeliharaan Air Di Kali Krukut
Selasa, 30 November 2010 23:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/12 (SIGAP) - Guna menghasilkan air bersih yang baik PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) melakukan pengerukan Kali Krukut, depan Rusun Karettengsin, RW 07, Karettengsin, Tanahabang, Jakarta Pusat, Selasa (30/11).

Dengan menggunakan alat berat Palyja mengeruk Kali Krukut sepanjang 250 meter. Sekitar 500 meter kubik lumpur bercampur sampah dikeruk.

"Sebelumnya pada Juni 2010 lalu, kami juga pernah lakukan pengerukan di Kali Krukut sepanjang 800 meter dan mengangkat pasir sebanyak 8.000 meter kubik. Tapi untuk hari ini kami perkirakan pasir yang akan diangkat sekitar 500 meter kubik, karena yang dikeruk tidak terlalu panjang," ujar Corporate Communications Head PT Palyja, Meyritha Maryanie.

Hal ini dilakukan Palyja untuk memelihara air kali tersebut yang merupakan sumber air Palyja. Selain itu, operator penyediaan dan pelayanan air bersih di wilayah Barat Jakarta ini juga mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sekitar aliran kali.

Pengerukan itu merupakan kali ketiga dalam tahun ini, sebelumnya di RW 02, Kedoya Utara dan di RW 11, Gandaria Utara.

Palyja berharap agar masyarakat setempat juga ikut peduli dalam mengkampanyekan aliran kali yang bersih. Salah satunya melalui program daur ulang sampah.

Seluruh pasir yang dikeruk itu langsung dibawa truk menuju tempat penimbunan di kawasan Kapukmuara, Jakarta Utara. Bahkan menurut penduduk setempat, jika terjadi hujan deras sering terjadi banjir hingga masuk ke perumahan warga.

Untuk merangsang masyarakat menjaga lingkungan, kata Meyritha, pihaknya juga melakukan lomba yang terbagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama lomba Kebersihan dan Keasrian Lingkungan antar RT dengan periode November 2010-Januari 2011.

Kriteria lomba adalah kebersihan lingkungan,penanganan sampah, drainase, penghijauan, dan penerangan lingkungan.

Tahap kedua adalah pemeliharaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari Januari-Mei 2011 yang merupakan tahap selanjutnya dari lomba untuk menilai pemeliharaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di lokasi lomba terutama mengenai pengolahan sampah menjadi produk yang siap digunakan atau bahkan dijual sebagai tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Untuk mendukung lomba tersebut, Palyja memberikan tong sampah dan gerobak sampah kepada setiap RT. Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik serta untuk membuang sampah pada tempatnya.

Warga setempat menyambut baik kegiatan itu, karena pendangkalan Kali Krukut membuat banjir jika terjadi hujan deras atau banjir kiriman dari Bogor.

"Kalau hujan deras, air kalinya cepat meluap hingga menutupi jalan lingkungan di perumahan warga. Dengan adanya pengerukan ini saya harap bisa mengurangi ketinggian air pada saat banjir, karena aliran airnya lancar," ujar Heru (37), warga RW 07 Karettengsin, Tanahabang, Jakarta Pusat. 


Sebelumnya, seperti dilansir republika.co.id, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mengusulkan pembangunan water treatment plant (WTP) Lebak Bulus senilai Rp130 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dengan pembangunan WTP yang akan menyedot sumber air Kali Pesanggarahan, Palyja memperkirakan suplai air baku yang siap diolah dan disitribusikan ke konsumen bertambah 600 liter per detik dalam kondisi normal dan 1000 liter pe detik jika kondisi banjir.

Manager Humas Palyja, Meyritha, mengatakan hal terseut masih dalam wacana pihak Palyja yang sudah disampaikan ke Pam jaya.

“Karena kita butuh air dalam jumlah luar biasa sementara menunggu proyek lainnya masih sangat lama,” ujarnya.

Saat ini kapasitas produksi PT Palyja dalam mendistribusikan air bersih ke warga Jakarta masih sangat kurang, sebesar 64% dari target yang diharapkan mencapai 100%.

Dari total kapasitas tersebut baru 3 sumber air baku yang mereka miliki, yaitu sumber air curah yang dibeli dari Kabupaten Tangerang sebanyak 3000 liter air per detik, sumber air Kali Krukut sebesar 400 liter per detik, dan Waduk Jatiluhur sebesar 5600 liter per detik. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita