Minggu, 27 Mei 2012
BKPMD: Investor Vietnam Tanamkan Modal Di Babel
Selasa, 30 November 2010 04:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/11 (SIGAP) - Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Babel, Zakaria di Pangkalpinang, Selasa (30/11) mengatakan, investor Vietnam akan menanamkan modal di bidang perikanan dan kelautan di Provinsi Bangka Belitung pada 2011.

Menurut Zakaria, kepastian investor Vietnam akan berinvestasi di bidang perikanan dan kelautan di Babel, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani nota kesepakatan kerja sama investasi beberapa waktu lalu.

Dirnnya menjelaskan, Presiden SBY telah menandatangani investasi di bidang perikanan di Hanoi bersama dengan Perdana Menteri Vietnam.

"Sejauh ini Babel masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari BKPM Pusat mengenai investor Vietnam tersebut," ujarnya.

Menurutnya, walaupun sudah ditandatangani belum bisa dipastikan kapan investasi itu berjalan, karena perizinannya dilakukan BKPM Pusat yang merekomendasikan investasi tersebut.

"Kami belum tahu berapa nilai investasi itu dan belum tahu kapan investasi itu mulai berjalan, karena ada di BKPM Pusat dan kami masih menunggu konfirmasi lebih lanjut," tuturnya.

Lebih lanjut Zakaria menambahkan, investor tersebut sudah pernah ke Babel yang dihadiri Dirjen Penangkapan Ikan dan Prototeksi Sumberdaya, Deputi Dirjen Departemen Kerja sama Internasional Menteri Pertanian dan Pembangunan Vietnam serta Deputi Direktur Konsuler Vietnam.

Investor Vietnam tertarik berinvestasi di bidang perikanan, karena Babel memiliki potensi perikanan untuk dikembangkan.

"Selain itu banyaknya nelayan Vietnam yang tertangkap di Babel, ternyata menjadi perhatian pemerintah Vietnam untuk mengadakan kerja sama sehingga masyarakatnya tidak menjadi nelayan ilegal," tukasnya.

Zakaria menjelaskan, syarat utama untuk berinvestasi di Babel 50% harus menggunakan tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat mempunyai keahlian dalam bidang perikanan dan sekaligus bisa menyerap tenaga kerja serta mengurangi pengangguran.

"Saya berharap investasi ini bisa segera terealisasi sehingga membawa keuntungan untuk mensejahterakan masyarakat Babel," katanya.

Seperti dikutip dari laman babelprov.go.id, sektor perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didominasi oleh perikanan laut karena lokasi daerah ini secara geografis dikelilingi oleh lautan dan selat. Selain sumber daya laut, daerah ini juga memiliki potensi untuk budidaya air tawar dan payau.

Potensi sumberdaya perikanan tangkap di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan luas areal 65.301 km2 sebesar 499.500 ton/tahun dengan nilai ekonomis Rp. 2.497.500.000.000.

Jumlah produksi untuk tahun 2006 adalah 122.841,6 ton (24,59% dari potensi produksi) dengan nilai produksi Rp. 1.235.632.162.000 (49,47% dari potensi nilai ekonomis). Jenis ikan dominan antara lain: Tenggiri, Tongkol, Kembung, Layang, Selar, Tembang, Kakap, Kerapu, Bawal Hitam, Bawal Putih, Kerisi, Ekor Kuning, Udang Windu, dan Udang Putih. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita