Minggu, 27 Mei 2012
Dinkes Sulbar Minta Masyarakat Waspadai Malaria
Kamis, 20 Mei 2010 02:03
AddThis Social Bookmark Button

Mamuju, 20/5 (ANTARA)- Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat meminta masyarakat mewaspadai merebaknya penyakit malaria menyusul meningkatnya curah hujan yang terjadi selama sepekan terakhir ini. Kepala Dinkes Sulbar, dr Achamd Asiz, M.Kes, di Mamuju, Kamis, mengungkapkan bahwa penyakit malaria merupakan salah satu jenis penyakit menular yang bisa menimbulkan kematian apabila penderita tidak segera diberikan pengobatan secara medis. "Meningkatnya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini sangat berpotensi menjamurnya penyakit malaria, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan agar terhindari dari jenis penyakit malaria itu," ucapnya.

Ia menjelaskan, beberapa daerah yang masuk kategori endemis penyakit malaria karena populasi nyamuk anopheles berkembangbiak adalah daerah pemukiman pesisir dan pemukiman perkotaan. "Penyakit Malaria di Sulbar mulai menunjukkan adanya peningkatan yang setiap hari banyak masyarakat yang dirujuk ke RSUD di beberapa kabupaten di Sulbar, termasuk di RSUD Mamuju, katanya. Namun, Achmad Asiz belum memberikan data riil jumlah penderita yang ada saat ini karena laporan tertulis dari RSUD pada lima kabupaten di Sulbar belum masuk di Dinkes Sulbar. "Saya belum bisa memberikan data jumlah penderita malaria, namun, berdasarkan informasi sementara bahwa banyak masyarakat kita keluar masuk di RSUD karena menderita penyakit malaria," ungkapnya. Ia mengatakan, memasuki musim hujan masyarakat diimbau agar melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta juga menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria. Selain itu, petugas medis harus segera melakukan penyemprotan larvaciding guna membunuh jentik-jentik nyamuk anopheles yang berkembangbiak di laguna-laguna yang ada di pantai maupun beberapa kawasan lainnya. Dikatakannya, cara efektif yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah dianjurkan untuk menggunakan kelambu saat tidur di malam hari guna menghindari gigitan nyamuk malaria. "Cara seperti ini salah satu upaya untuk mengantisipasi penularan penyakit malaria yang kini mulai banyak yang menyerang warga," katanya. Dia juga mengatakan, hingga saat ini kasus penyakit malaria di Sulbar belum dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB), namun, masyarakat tetap perlu waspada sebelum terjadinya korban jiwa. "Saya minta jika warga mengalami demam tinggi dan dingin menggigil maka segera pergi berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit karena jika terlambat maka keselamatan bisa terancam," katanya. (T.KR-ACO/C/F003/F003) 20-05-2010 01:27:45 NNNN

 

Arsip Berita