Minggu, 27 Mei 2012
Wagub: Pemerintah Siapkan 20 Tempat Pengungsian Warga Bromo
Kamis, 25 November 2010 03:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/11 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan sedikitnya 20 tempat pengungsian warga, jika sewaktu-waktu letusan Gunung Bromo menimpa permukiman.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat dihubungi ANTARA dari Surabaya, Rabu (24/11) malam.  "Persiapan evakuasi sudah matang. Kami sudah menyiapkan lokasi pengungsian," katanya.

Lebih lanjut Syaifullah mengatakan, ke-20 tempat pengungsian itu berada di Kabupaten Probolinggo, meliputi gedung sekolah, balai desa, pasar, dan aula kantor Kecamatan Sukapura.

"Hingga kini tercatat 699 warga yang siap diungsikan. Mereka tinggal di zona merah Gunung Bromo atau berjarak sekitar 3 kilometer dari kawah," katanya.

Menurut Saifullah, upaya mitigasi akibat letusan Gunung Bromo dipimpin Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin dibantu Kepala Polres dan Komandan Kodim setempat.

"Jika nanti zona merah diperluas menjadi radius enam kilometer, maka terdapat 2.800 jiwa yang harus dievakuasi. Jika radiusnya diperluas lagi menjadi 10 kilometer, maka ada 6.000 jiwa yang harus diungsikan," kata Wagub.

Zona merah itu saat ini berada di Desa Cemoro Lawang dan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Terkait hal ini Wagub mengimbau masyarakat setempat lebih mementingkan jiwanya daripada harta bendanya,  jika sewaktu-waktu letusan Gunung Bromo bersifat eksplosif.

Gunung api berketinggian 2.329 meter dari permukaan laut tersebut berstatus Awas (level IV) sejak Selasa (23/11) pukul 15.40 WIB setelah terjadi gempa tremor secara terus-menerus dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan mengeluarkan asap putih setinggi 300-400 meter.

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) siap mendirikan posko bantuan kemanusian di lereng Gunung Bromo menyusul peningkatan status "awas" pada gunung berapi di wilayah Jawa Timur tersebut.

Tim dari PMI mendirikan posko di lereng yang berjarak 5 hingga 7 km dari puncak Bromo.

Pada Kamis (25/11) PMI mendirikan posko kemanusian di lereng gunung Bromo dengan jarak 5-7 km dari puncak Bromo.

Saat ini, PMI telah menyiapkan sebanyak 30 relawan Satuan Penanganan Bencana (satgana) PMI Kabupaten Probolinggo. Mereka disiagakan untuk dikerahkan setiap saat jika kondisi Bromo semakin buruk.

Kawasan lautan pasir, padang savana, serta Penanjakan 1 di kawasan Gunung Bromo kini masuk dalam area terlarang untuk wisatawan dan warga. Dikhawatirkan, gas belerang beracun dari Gunung Bromo akan membahayakan pengunjung dan warga sekitar. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita