Minggu, 27 Mei 2012
Desa Malengu Palangga Jadi KSB ke-19
Kamis, 25 November 2010 02:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/11 (SIGAP) - Desa Malengu Palangga merupakan Kampung Siaga Bencana (KSB) ke 19 di Indonesia yang akan menjadi proyek percontohan KSB di Sulawesi Selatan (Sulsel). Demikian dikatakan Staf Ahli Bidang Integrasi Sosial Kemensos Sahawiyah Abdullah yang mewakili Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri pada apel kampung siaga bencana (KSB) di Gowa, Rabu (24/11).

Pada apel tersebut juga diserahkan bantuan kapal cepat kepada Bupati Selayar dan Bupati Pangkep masing-masing senilai Rp1,3 miliar serta bantuan kepada ketua forum KSB satu paket sebesar Rp230 juta.

Selain itu juga diserahkan bantuan rehabilitasi sosial bagi rumah tidak layak huni untuk Kabupaten Gowa sebanyak 100 unit rumah dan dua unit sarana lingkungan lebih dari Rp1 miliar serta untuk rehabilitasi 50 unit rumah dan satu sarana lingkungan di Kabupaten Wajo sebesar Rp545 juta.

Pada apel KSB tersebut juga dilakukan simulasi penanganan bencana banjir oleh taruna siaga bencana (Tagana) setempat.

Menurut Sahawiyah, pelaksanaan simulasi tersebut sudah cukup baik dan Tagana cukup sigap dalam melakukan penanganan bencana seperti evakuasi korban, menyiapkan dapur umum dan tenda hingga pengamanan oleh polisi terhadap pelaku pencurian yang memanfaatkan situasi bencana.

Dirinya mengatakan, ke depan kampung siaga bencana akan ada di 33 provinsi di Indonesia terutama di daerah yang rawan bencana alam.

Kampung siaga bencana merupakan model pendekatan manajemen penanganan bencana berbasis masyarakat yang mana masyarakat merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh aspek proses penanggulangan bencana.

Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Kemensos Syafei Nasution mengatakan melalui KSB masyarakat dilatih sesuai karakteristik bencana.

Dikatakannya, masyarakat harus membuat peta kawasan wilayah yang rawan, bagaimana membuat potensi seperti gedung untuk evakuasi dan membuat prosedur operasional standar (SOP).

Berdasarkan catatan SIGAP, Kampung Siaga Bencana (KSB) ini adalah representasi dari program penanggulangan bencana berbasis masyarakat ( Community base disarter manageman ) yaitu sebagai bentuk upaya pelembagaan penanggulangan bencana pada daerah rawan bencana yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat dalam rangka menanamkan sikap kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang juga perlu dukungan dari Pemerintah daerah setempat.

Dengan dibentuknya KSB ini diharapkan terutama masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana dapat dan mampu melakukan penanggulangan bencana secara mandiri.

Adapun tugas pokok dari KSB ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penanggulangan bencana, melakukan kegiatan penanggulangan bencana, berperan aktif dalam upaya pemulihan sosial pasca bencana, dan Mengelola seluruh aspek dan proses penanggulangan bencana dikawasan kampung siaga bencana.

Sementara fungsi dari KSB diantaranya, menyelenggarakan sosialisasi, penyuluhan atau kegiatan penyadaran masyarakat lainnya tentang bahaya bencana, bekerjasama membentuk jaringan sosial dengan pihak-pihak peduli terhadap penanggulangan bencana, melakukan sistem peringatan dini, membuat lumbung bencana sebagai kesiapsiagaan local sampai membantu semua pihak dalam upaya pemulihan sosial

Kriteria penentuan lokasi program percontohan KSB ini adalah daerah paling rawan terhadap bencana, tersedianya potensi lokal penanggulangan bencana seperti Relawan bencana (Tagana) dan terpenting juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah lokal. (laporan rusman/ant)




 

Arsip Berita