Minggu, 27 Mei 2012
Pakar: Masyarakat Bromo Harus Menyiapkan Diri
Rabu, 24 November 2010 08:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/11 (SIGAP) - Pakar gempa dari ITS Surabaya Ir Amien Widodo MSi menyarankan masyarakat dalam radius tiga kilometer dari kawasan Gunung Bromo harus mulai menyiapkan diri.

"Masyarakat sebaiknya tetap tenang, tapi mereka harus mulai menyiapkan diri untuk mengantisipasi kondisi dadakan (emergency)," katanya kepada ANTARA di Surabaya, Rabu (24/11).

Menurutnya, kondisi dadakan yang dimaksud adalah perubahan status Bromo dari "Awas" menjadi "Siap" yang mungkin terjadi dalam waktu cepat seperti status "Siaga" ke "Awas".

"Persiapan untuk status Siap antara lain memasukkan surat-surat penting dalam satu tas, menyiapkan pakaian dan makanan dalam satu tas yang cukup untuk mengungsi selama tiga hari," katanya.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mengungsikan kelompok rentan terlebih dulu.

"Itu penting, karena perubahan status bisa terjadi setiap saat, bahkan bisa terjadi dini hari," katanya.

Namun, dirinya mengharapkan masyarakat jangan terpancing isu-isu yang tidak jelas dan selalu menjelaskan informasi dari yang berwenang.

"Untuk pengungsian, BPBD Jatim juga harus belajar dari Merapi yakni lokasi pengungsian untuk ternak juga harus disiapkan," katanya.

Hingga kini, Pemprov Jatim sudah mewaspadai tiga gunung yakni Semeru, Bromo, dan Kelud, namun antisipasi teknis sudah dilakukan di kawasan Semeru.

Sebelumnya, Wagub Jatim mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Gunung Bromo untuk turun dan mengungsi sehubungan dengan perubahan status dari "Siaga" pada Selasa pukul 08.00 WIB menjadi "Awas" pada pukul 16.30 WIB itu.

"Saya minta masyarakat Bromo untuk belajar kepada Merapi, karena itu mereka jangan menyepelekan prosedur, mereka harus taat aturan," katanya.

Dalam kaitan itu, katanya, Gubernur Jatim Soekarwo akan segera memerintahkan BPBD di Bromo untuk melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat.

"Paling tidak, kalau statusnya Awas, ya masyarakat harus mengungsi, apalagi selama ini sudah disiapkan beberapa titik pengungsian," katanya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita