Minggu, 27 Mei 2012
Yogyakarta: Dharma Pertiwi Daerah E Jatim Bantu Merapi
Rabu, 24 November 2010 08:12
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/11 (SIGAP) - Persatuan istri anggota TNI, atau Dharma Pertiwi menunjukkan kepedulian mereka kepada para pengungsi korban bencana Gunung Merapi. Dharma Pertiwi Daerah E Jawa Timur  memberikan pakaian layak pakai, selimut, pakaian dan perlengkapan anak sekolah, peralatan mandi, susu dan kebutuhan sehari-hari pengungsi khususnya untuk ibu-ibu dan anak-anak.

Bantuan tersebut diberikan ke tempat pengungsian Maguwoharjo dan Sariharjo, Ngaglik Kab. Sleman – Daerah Istimewa Yogyakarta serta di pos pengungsian Dodiklatpur TNI AD – Klaten.

Bantuan tersebut dikemas dalam dus karton dan diangkut dengan tiga truk tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi daerah E Jawa Timur, Nenny Gatot Numantyo kepada Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si di Maguwoharjo.

Sedangkan di pos pengungsian Sariharjo bantuan diterima oleh Camat Ngaglik Mardiono. Di Dodiklatpur TNI AD bantuan secara simbolis diterima oleh Wadandodiklatpur Mayor Inf Hufron.

Dikatakan Nenny, bantuan tersebut merupakan uluran tangan dari gabungan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana, Jala Senastri dan Pia Ardhya Garini  serta IKKT wilayah Jawa Timur. Isinya berupa pakaian layak pakai, selimut, pakaian dan perlengkapan anak sekolah, peralatan mandi, susu dan kebutuhan sehari-hari pengungsi khususnya untuk ibu-ibu dan anak-anak.

Meskipun banyak para pengungsi yang sudah kembali ke desanya masing-masing karena sudah berada di radius daerah aman Merapi, namun tidak sedikit para warga sekitar lereng merapi yang tetap tinggal di tempat-tempat pengungsian.

Sesuai hasil pendataan terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi Merapi wilayah Jateng dan DIY tercatat 136.585 orang yang tersebar di 709 titik pengungsian. Para pengungsi tersebut belum dapat kembali ke rumahnya karena desa yang mereka tempati masih masuk dalam radius bahaya merapi atau tidak dapat ditempati kembali akibat diterjang awan panas Merapi sehingga memungkinan untuk direlokasi.

“Ini bentuk kepedulian Dharma Pertiwi yang merasa tergugah untuk membantu sesama Warga Negara Indonesia yang sedang terkena bencana,” ujar Nenny kepada politikindonesia.com, Rabu (24/11).

Nenny mengatakan, bila dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang masih ada, bantuan yang langsung didatangkan dari Surabaya tersebut tidaklah mencukupi. Namun satu hal yang perlu untuk terus ditumbuhkembangkan adalah rasa solidaritas sesama warga  sehingga tercipta persatuan dan kesatuan yang kokoh dan kuat dalam bingkai NKRI.

Di samping memberikan bantuan, ibu-ibu Dharma Pertiwi juga menyempatkan diri untuk meninjau dapur lapangan dan berkomunikasi dengan para pengungsi yang mayoritas adalah  anak-anak dan wanita lanjut usia. (laporan wa prasetya/polindo)

 

Arsip Berita