Minggu, 27 Mei 2012
Landak: Bupati Resmikan Proyek PNPM-MP
Rabu, 24 November 2010 07:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/11 (SIGAP)-Bupati Landak Adrianus Asia Sidot meresmikan gedung serbaguna Desa Salatiga Kecamatan Mandor yang dibangun melalui dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan atau PNPM- MP.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat desa Salatiga sudah melaksanakan pembangunan gedung serbaguna dengan sangat baik," kata Adrianus di Ngabang, Rabu.

Menurutnya, bangunan itu cukup bagus semoga menjadi contoh teladan bagi desa lain dan kecamatan lain karena masyarakat berkontribusi secara aktif di dalam kegiatan pembangunan tersebut.

"Kepercayaan ini harus kita jaga, karena yang namanya kepercayaan sangat mahal dan yang paling penting yaitu adanya kesadaran dari masyarakat akan pembangunan," katanya.

Dirinya menegaskan, pembangunan itu tidak sepenuhnya menjadi kewajiban pemerintah.

Menurutnya, pembangunan yang baik adalah saat pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator.

"Masyarakat telah ikut serta secara aktif melaksanakan sendiri pembangunan ini berdasarkan sendi-sendi kehidupan kita yaitu gotong royong, ungkap Adrianus.

PNPM-MP merupakan salah satu strategi atau program pemerintah yang di harapkan dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan program Pembangunan di daerah yang masih sangat tertinggal, untuk itu program ini supaya dapat melihat daerah yang betul-betul membutuhkan pemangunan.

Menurut Penuturan Camat Ngabang Jelimus S.ip kepada Kapuas post beberapa waktu lalu,  program ini merupakan program yang sangat efektif untuk mempercepat pemerataan pembangunan pada daerah yang berada di daerah yang masih sangat terpencil yang masih sangat membutuhkan berbagai sektor pembangunan.

Dikatakannya dalam program ini diharapkan dapat melihat daerah yang masih sangat membutuhkan pembangunan, tetapi bukan selalu terpokus pada hasil Kompetisi yang di lakukan.

"Kita juga minta seperti ini artinya janganlah terlalu terpokus pada hasil kompetisi antar desa. karena yang namanya desa yang masih tertinggal itu bukan hanya pada sisi pembangunan saja yang tertinggal melainkan semua bidang itu tetap tertinggal, sehingga dalam penyampaian maupun penyusunan proposal kegiatan tetap saja mereka akan kurang tepat sehingga sudah di pastikan dalam kompetisi mereka juga akan kalah,"paparnya.

Sedangkan yang namanya sudah maju dalam kompetisi mereka juga akan menang dan sudah di pastikan pembangunan itu akan dapat diraih.

Untuk itu, dalam penilaian pada tahap pengajuan program PNPM-MP seharusnya tidaklah  terpaku pada hasil kompetisi, sehingga bagaimanapun juga daerah atau desa yang masih sangat membutuhkan pembangunan baik jalan, air bersih maupun prasarana lainnya tetap tidak akan dapat bagian. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita