Minggu, 27 Mei 2012
Malang: Pemkab Bagikan Ribuan Masker Untuk Warga
Rabu, 24 November 2010 07:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/11 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, membagikan sedikitnya dua ribu masker kepada warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan Gunung Bromo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Muhammad Fauzi, Rabu mengatakan, pembagian masker ini terkait meningkatnya status Gunung Bromo dari "Siaga" menjadi "Awas" atau level IV.

"Kita bagikan secara gratis kepada warga sebagai antisipasi jika debu vulkanik Gunung Bromo berhembus ke arah pemukiman, khususnya ke wilayah Kabupaten Malang yang berdekatan dengan gunung tersebut," kata Fauzi saat ditemui di Pendopo Kabupaten Malang.

Dirinya menjelaskan, pembagian ini juga sebagai upaya antisipasi warga agar tidak terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akibat abu vulkanik Gunung Bromo.

Fauzi menjelaskan, penyebaran tersebut akan dilakukan melalui sejumlah puskesmas di wilayah terdekat dengan Bromo, hal ini untuk memudahkan pendistribusian masker ke warga.

Dikatakannya, sejumlah wilayah yang akan mendapat masker gratis tersebut antara lain Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Tirtoyudo serta Ampelgading.

Sementara itu, terkait jumlah warga yang berada di lokasi terdekat dengan Bromo, Fauzi memperkirakan yakni sebanyak 1.800 jiwa.

"Pembagian dua ribu masker tersebut saya rasa sudah cukup, namun apabila yang dibutuhkan lebih banyak, saya berupaya untuk mencukupi dengan menambah stok masker," katanya.

Dirinya menjelaskan, Pemkab Malang telah mengimbau kepada warga apabila keluar rumah untuk menggunakan masker.

"Kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenakan penutup hidung serta mata jika melakukan aktifitas di luar rumah, sebab abu vulkanik dari muntahan gunung berapi bisa berakibat infeksi saluran pernafasan, serta iritasi pada mata," katanya.

Selain dampak pada mata, menurut childrenclinic.wordpress.com, gejala pernapasan akut yang sering dilaporkan oleh masyarakat setelah gunung mengeluarkan abu atau debu adalah iritasi selaput lendir dengan keluhan bersin, pilek dan beringus, iritasi dan sakit tenggorokan (kadang disertai batuk kering), batuk dahak, mengi, sesak napas, iritasi pada jalur pernapasan dan juga napas menjadi tidak nyaman. Gangguan ini akan lebih berat bila terkena pada orang atau anak yang sebelumnya mempunyai riwayat alergi saluran napasAn bronkitis kronis, emfisema, atau asma. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita