Minggu, 27 Mei 2012
Gubernur: Angka Kemiskinan Di Provinsi Bengkulu Turun
Selasa, 23 November 2010 04:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/11 (SIGAP) - Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono, di Bengkulu, Selasa (23/11) mengatakan,  angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu pada 2010 turun menjadi 17,3%, sedangkan 5 tahun lalu angka kemiskinan di provinsi itu mencapai 22,8%.

Menurut Agustrin, penurunan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu, tidak lepas dari kerja keras semua pihak, termasuk aparat pemerintah.

Dijelaskan Agusrin, selama 5 tahun menjadi Gubernur Bengkulu dirinya mengenjot pembangunan di sektor pertanian. Hal ini dilakukan karena mayoritas masyarakat Bengkulu menggantungkan hidupnya dari pertanian tanaman pangan.

Berbagai sarana dan prasarana pertanian di Bengkulu terus dibangun, jaringan irigasi rusak diperbaiki, jalan sentra produksi secara tertahap direhabilitasi, ribuan traktor tangan diberikan cuma-cuma kepada petani.

Selain itu, bantuan pupuk dan benih padi ratusan ton disalurkan ke para petani di sejumlah kabupaten/kota di daerah itu, dan hasilnya, sektor pertanian di Provinsi Bengkulu, khususnya padi dapat berhasil dengan baik.

Saat ini hasil panen padi masyarakat meningkat dari 2,5 ton menjadi 4 ton per hektare. Demikian pula intensitas tanam dari dua kali menjadi tiga kali setahun.

Pendapatan para petani di Bengkulu juga meningkat, sehingga kini mereka tidak lagi hidup pas-pasan.

"Inilah yang menyebabkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu berkurang sekitar 5,5% dalam tempo 5 tahun," katanya.

Provinsi Bengkulu saat ini juga mengalami surplus beras rata-rata 60.000 per tahun. Pada 2010, Pemprov Bengkulu menargetkan produksi padi sebanyak 500.000 ton, yang diharapkan dapat dipenuhi dari panen padi sawah dan ladang yang tersebar di sejumlah kabupaten.

"Sekarang untuk urusan perut tidak perlu khawatir lagi, karena kita sudah surplus beras. Prestasi ini akan tetap kita pertahankan terus sehingga kita bisa memberikan kontribusi terhadap cadangan pangan nasional," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bantaeng seperti yang dilansir laman bantaeng.go.id terus berupaya menekan angka kemiskinan. Pengurangan angka kemiskinan tersebut diharapkan mencapai 10 persen hingga akhir 2010.

Harapan itu dikemukakan Wakil Bupati Kabupaten Bantaeng HA Asli Mustadjab pada rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Bantaeng di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (22/11).

Rapat yang dipimpin langsung Asli Mustadjab tersebut dihadiri Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kadis PPKAD HM Yasin, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta Kepala Kecamatan se Kabupaten Bantaeng.
Data yang diperlihatkan Bappeda menunjukkan terjadinya penurunan angka kemiskinan sejak 2006 yang mencatat keluarga miskin sebanyak 42,51%  atau 18.000 KK dari 41.732 KK yang ada. Tahun berikutnya (2007), jumlah KK miskin mengalami peningkatan menjadi 51% (22.518 KK) dari 43.087 KK, namun pada 2008 angka tersebut mengalami penurunan menjadi 41,48% (17.800 KK) dari 44.567 KK.

Sedangkan pada 2009, jumlah KK miskin tersebut kembali mengalami penurunan menjadi 40,80% (17.713 KK) dari 67.503 KK. Hal itu terjadi berkat kesigapan seluruh SKPD dalam mengawal program pembangunan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim pada kesempatan itu mengungkap, pihaknya aktif melakukan bantuan penanganan pasca panen pada sektor tanaman pangan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita