Minggu, 27 Mei 2012
BPBD Kabupaten Bandung Segera Diresmikan
Senin, 22 November 2010 12:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/11 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, segera melantik pengurus Badan Penganggulangan Bencana Daerah, sebagai respons terhadap rekomendasi Pansus IV DPRD tentang penanggulangan banjir dan bencana di daerah ini.

"BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) tinggal pelantikan saja, sebab semua perlengkapan teknis termasuk orang yang akan menduduki struktural sudah dipersiapkan," kata Sekda Kabupaten Bandung, H Sofian Nataprawira.

Bencana alam di Kabupaten Bandung, termasuk bencana banjir yang sering terjadi, bahkan semakin parah, menurut Sofian merupakan persoalan krusial, sehingga BPBD perlu segera diresmikan. "Selama ini BPBD Kabupaten Bandung belum dilantik, karena terganjal beberapa hal teknis yang harus diselesaikan terlebih dahulu," ujar Sofian.

Kendala teknis tersebut, kata Sofian terlebih dahulu harus dikonsultasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta menggabungkan fungsi Dinas Sosial Catatan sipil dan Kependudukan dimasukkan ke dalam struktur BPBD dan unsur tata wilayah dari Dinas Permukiman Tataruang dan Kebersihan Kabupaten Bandung.

Tapi, ujar Sofian BPBD Kabupaten Bandung harus segera diresmikan, karena anggaran mensyaratkan adanya badan tersebut. "Jadi kalau mau dimasukkan dalam anggaran harus sudah ada badannya," kata Sofian pula.

Dirinya mengakui, Kabupaten Bandung belum bisa dikatakan aman dari banjir, karena sekarang sudah memasuki musim penghujan lagi, sehingga masyarakat harus waspda dalam menghadapi musim yang tidak menentu ini.

Khatimi Bahri, MA, pemerhati lingkungan, menyambut baik rencana peresmian BPBD Kabupaten Bandung. “Sebagai langkah positif untuk mengantisipasi bencana,” katanya kepada SIGAP, Senin (22/11). Walaupun demikian, menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bandung ini, peresmian BPBD harus disertai komitmen untuk menumbuhkan kesadaran bahwa negeri ini rawan terhadap bencana.

“Tanpa kesadaran dan komitmen ini saya kira BPBD tidak akan berfungsi maksimal. Paling tidak fungsinya hanya sesaat dan tidak berkelanjutan,”kata pria yang kini telah menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Untuk menumbuhkan kesadaran tersebut dibutuhkan usaha terus-menerus yang tiada henti. “Melalui pendidikan kita dapat menumbuhkan kesadaran bencana. Atau juga di organisasi-organisasi sosial maupun keagamaan. Dengan demikian, upaya pencegahan sedini mungkin dampak negatif bencana dapat diminimalisir. Karena masyarakat bisa menolong dirinya sendiri ketika bencana datang,”katanya. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita