Minggu, 27 Mei 2012
TDMRC: Peneliti Internasional Dipastikan Hadiri Workshop Kebencanaan
Senin, 22 November 2010 06:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/11 (SIGAP) - Sejumlah peneliti dari berbagai negara dipastikan menghadiri workshop tentang kebencanaan yang digelar Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (Tsunami and Disaster Mitigation Research Center:TDMRC) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

"Kegiatan workshop 2010 itu akan diisi lebih dari 75 presentasi hasil riset yang terkait dengan kebencanaan oleh para peneliti dari 15 negara," kata staf komunikasi dan dokumentasi TDMRC Hendra Syahputra di Banda Aceh, Senin (22/11).

Hendra menyebutkan, workshop dan ekspo internasional tentang tsunami Sumatera dan pemulihannya itu digelar di salah satu hotel berbintang di Banda Aceh pada 23 November 2010.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, para pembicara yang dipastikan menghadiri workshop tersebut, di antaranya Prof Yasuo Tanaka (Kobe University, Japan) Dr M Dirhamsyah (TDMRC-Syiah Kuala University, Indonesia), Prof Philip F Liu (Cornell University, USA), dan Prof Louise Comfort (University of Pittsburgh, USA).

"Mereka akan menjadi pembicara kunci dengan topik Designing Resilience for Communities at Risk," kata Hendra.

Selain itu, diskusi panel akan membahas topik-topik terkait dengan kontribusi, pembelajaran dan peran dari para pemangku kepentingan pascarehabilitasi dan rekonstruksi, antara lain terkait dengan kontribusi komunitas akademik.

Kemudian pengalaman pemerintah negera-negara yang terkena tsunami, peran organisasi trans-governmental (MDF dan UNDP), serta pemerintah baik lokal, nasional maupun internasional.

Dirinya berharap, kegiatan workshop dapat melahirkan lebih banyak upaya dan inisiatif untuk merumuskan strategi manajemen kebencanaan yang lebih komprehensif, melanjutkan proses pembelajaran dan sharing pengetahuan kebencanaan.

Selanjutnya kata Hendra, dari workshop kebencanaan tersebut juga dapat mengintegrasikan pembelajaran masyarakat internasional, menciptakan landasan yang kuat untuk kolaborasi internasional yang berkelanjutan dalam pengurangan resiko bencana (PRB), sehingga terwujudnya komunitas-komunitas masyarakat sadar bencana. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita