Minggu, 27 Mei 2012
IAG : Perairan Mentawai Masih Simpan Potensi Gempa
Senin, 22 November 2010 05:58
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/11 (SIGAP) - Ketua Ikatan Ahli Geologi (IAG) Sumbar Ade Edwar mengatakan di sekitar wilayah perairan Mentawai masih ada energi yang tersimpan dan berpeluang menimbulkan gempa.

"Setelah gempa yang berpusat Sikakap, Kabupaten Mentawai pada Senin (25/10) lalu, di sekitar perairan Mentawai masih tersimpan energi yang berpotensi untuk menimbulkan gempa, kata Ade Edwar, di Padang, Minggu (21/11).

Menurutnya, energi yang masih tersimpan tersebut dekat dengan perairan Mentawai atau sekitar pulau Siberut Kabupaten Mentawai. Energi itu masih berpotensi untuk menimbulkan gempa

"Namun kapan energi sebesar itu akan dikeluarkan, kita belum bisa memastikan," katanya.

Seperti diketahui, gempa 7,2 SR yang terjadi pada 25 Oktober 2010 lalu memicu terjadi tsunami, diperkirakan belum melepaskan semua kekuatan potensi gempa yang ada.

Dirinya menambahkan, gempa itu sesungguhnya merupakan fenomena yang menunjukkan terjadinya proses pelentingan tepi lempeng Benua Eurasia yang tertekan oleh subduksi Lempeng Samudra Indo Australia.

"Kecepatan desakan lempeng itu sekitar 60 mm per tahun. Jadi, kita tetap harus waspada pada datangnya gempa,"katanya.

Ade Edwar mengatakan, untuk mengurangi resiko korban jiwa akibat gempa disusul tsunami sangat diperlukan pemasangan peringatan dini (alat deteksi gempa).

"Jika terjadi gempa alat tersebut akan berbunyi, cepat untuk evakuasi tempat yang aman," katanya.

Dirinya menambahkan, beberapa kota/kabupaten di Sumbar belum ada yang memasang alat deteksi gempa. Jangan hanya berharap buoy tsunami yang terpasang di Perairan Mentawai.

"Padahal sistem peringatan dinis tsunami sangat bermanfaat untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa,"katanya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tidak terpicu isu-isu terkait gempa.

"Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan menghindari bangunan tinggi, jika merasakan ada guncangan," kata Ade Edwar.
Pascagempa dan tsunami pada 25 Oktober 2010, DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai akan memprioritaskan anggaran kebencanaan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2011.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hendri Dori, yang ditemui di kantor Gubernur Sumbar, Jumat (19/11) mengatakan, dalam perubahan APBD 2010 hanya ada anggaran biaya tak terduga sebesar Rp1,7 miliar, tak ada dana khusus kebencanaan. Oleh karena itu, jika Pemkab tidak menganggarkan maka DPRD yang akan memperjuangkannya.

Seperti diketahui, Kabupaten Kepulauan Mentawai baru ada jalur evakuasi yang dibangun pada tahun 2005. Jalur inilah yang dimanfaatkan masyarakat saat mengungsi akibat gempa 2007, 2009 dan tsunami 2010. (laporan Husein Al Panji/ant)

 

Arsip Berita