Minggu, 27 Mei 2012
KLH Olah Sampah Pengungsi Merapi
Sabtu, 20 November 2010 04:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/11 (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah mengolah 7 ton sampah organik dan lebih dari 5 ton sampah non organik di pengungsian korban gunung Merapi di Yogyakarta.

Demikian dikatakan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Gusti Muhammad Hatta di Jakarta, Jumat (19/11).

"KLH dengan mitra lokal sudah mengolah sampah di lokasi pengungsian di Stadion Maguwoharjo," katanya.

Sejak terjadi meletusnya gunung Merapi KLH telah menurunkan tim dan memberi bantuan berupa uang dan salah satunya pengelolaan sampah.

Lokasi pengungsian yang dihuni ribuan warga menimbulkan tumpukan sampah yang menggunung dan mengganggu lingkungan jika tidak dikelola akan mengundang lalat.

Dirinya menambahkan sampah-sampah di lokasi pengungsian tersebut perlu diolah karena jika dibiarkan akan menimbulkan penyakit dan mengganggu kesehatan para pengungsi.

Menteri LH mengatakan, ke depan memungkinkan untuk membuat Prosedur Operasional Standar (SOP) penanganan sampah dalam masa tanggap darurat.

Asisten Deputi bidang Limbah Domestik, R Sudirman mengatakan, sampah organik bisa diolah menjadi makanan ternak dan hal ini masih dalam tahap penelitian.

"Kita sudah kerjasama dengan perguruan tinggi setempat dan saat ini dalam tahap penelitian untuk mengolah sampah-sampah di pengungsian menjadi makanan ternak," ujarnya.

Pengolahan sampah terutama sampah organik dilakukan dengan sistem cacah dengan menggunakan alat bernama cruiser.

Diperkirakan setiap harinya lokasi pengungsian di Stadion Maguwoharjo dan Gedung Youth Center menghasilkan tumpukan sampah hingga 1,5 ton.

Sampah tersebut berupa sisa makanan para pengungsi maupun makanan yang berlebih karena banyaknya sumbangan bantuan makanan dari masyarakat.

Berdasarkan pantauan SIGAP, pasca erupsi Merapi KLH dan Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) yang berpusat di Yogyakarta serta beberapa elemen masyarakat peduli sampah dilibatkan memilah, mencacah, dan mengolah sampah yang dihasilkan para pengungsi Merapi.

Pemilahan sampah  untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik seperti plastik bisa dijadikan bahan kerajinan kreatif seperti tas dan dompet. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita