Minggu, 27 Mei 2012
BPBD: Korban Gempa Mentawai Bertambah Menjadi 509 Orang
Jumat, 19 November 2010 08:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/11 (SIGAP) - Kabid Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ade Edwar di Padang, Kamis (18/110 mengatakan jumlah korban tewas akibat diterjang gelombang Tsunami yang terjadi di Kabupaten Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat, yang data terakhir tercatat 508 orang bertambah satu orang menjadi 509 orang.

Lebih lanjut Ade Edwar mengatakan, warga yang belum ditemukan Tim SAR akibat diterjang gelombang tsunami pada Senin (25/10) sebanyak 21 orang.

Dirinya mengatakan, data korban tewas tersebut yang dihimpun oleh BPBD Mentawai selanjutnya dilaporkan kepada BPBD Sumbar.

"Setiap satu jam BPBD Mentawai memberikan laporan pada BPBD Sumbar mengenai data korban tewas dan warga hilang," katanya.

Korban Tsunami yang mengalami luka-luka ketika terjadi tsunami menjalani perawatan di Puskesmas Sikakap, Mentawai, tercatat 12 orang.

Rumah penduduk yang mengalamu rusak akibat diterjang tsunami sebanyak 672 unit rusak berat, 300 unit rusak ringan, gedung sekolah yakni bangunan SD enam unit rusak berat, SMP satu unit rusak berat.

Rumah Dinas 7 unit rusak berat, 2 unit Resort rusak berat yakni Resort Marcaroni dan Kateit, 1 unit kapal pesiar terbakar, 1 unit kapal pesiar rusak ringan.

Rumah Ibadah 13 unit, fasilitas umum yang rusak akibat tsunami yakni jembatan 12 unit, jalan P2D rusak sepanjang 8 km.

Korban tsunami selain menjalani perawatan di rumah sakit darurat dan Puskesmas Sikakap, Mentawai, korban mengalami luka-luka akibat Tsunami ada yang dirujuk ke rumah Sakit M. Jamil Padang, serta RSUD Muko-muko Bengkulu.

Korban menjalani perawatan di rumah sakit M. Jamil Padang, sebanyak 14 orang. Dua orang korban yang sudah pulang yakni, Pardamean, serta Alexius.

Pasien bernama Pardamean (28), serta Alexius dibolehkan pulang pada 16 November 2010, sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Desti Seminora Salababat optimis kegiatan dunia kepariwisataan khususnya wisata bahari di daerah ini cepat bangkit pasca tsunami 25 Oktober 2010.

"Memang tsunami telah merusak wilayah pantai Barat Mentawai dan beberapa fasilitas pariwisata di daerah Mentawai, namun minat wistawan asing khususnya peselancar untuk datang ke Mentawai tidak surut," kata Desti kepada ANTARA di Mentawai, Kamis (18/11).

Tsunami dipicu gempa 7,2 SR yang melanda pesisir pantai Barat Mentawai telah menyebabkan sedikitnya dua resort internasional tempat para peselancar asing menginap hancur dan luluh lantak serta kawasan pantai rusak parah akibat gelombang laut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita