Minggu, 27 Mei 2012
Wali Kota: Investor Mulai Mengalir Ke Kota Bengkulu
Jumat, 19 November 2010 07:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/11 (SIGAP) - Investor mulai berminat menanamkan modal di Kota Bengkulu untuk mengembangkan berbagai usaha di daerah ini, menyusul terus meningkatnya perekomian masyarakat setempat.

Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi usai peletakan batu pertama pembangunan sebuah hotel berbintang di daerah itu, Jumat (19/11) mengemukakan, sejak 2 tahun belakangan mulai mengalir investor ke Kota Bengkulu. Menurutnya, hal ini membuktikan perekonomian masyarakat Kota Bengkulu terus meningkat sesuai yang diharapkan.

Ahmad Kanedi mengatakan, jika perekonomian Kota Bengkulu tidak meningkat mana ada investor yang akan menanamkan modal di daerah ini. "Mereka sebelum membuka usaha di Bengkulu tentunya sudah melakukan survei dan kajian terhadap daya beli masyarakat setempat," katanya.

Dari hasil survei tersebut diketahui pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu cukup bagus, sehingga mereka tertarik mengembangkan usaha di Kota Bengkulu.

Pemerintah Kota Bengkulu akan memberikan berbagai kemudahan kepada setiap investor yang akan berinvestasi di daerah ini. Dengan kemudahan itu, para pengusaha dari luar Bengkulu semakin banyak yang masuk ke Bengkulu untuk membuka usahanya di daerah ini.

"Kalau investor banyak masuk ke Bengkulu, maka lapangan kerja tersedia semakin bertambah, sehingga angka pengangguran di daerah ini terus menyusut sesuai yang kita harapkan," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, investor di Kota Bengkulu bergerak di berbagai sektor usaha seperti perhotelan, industri, mall, dan usaha lainnya yang dapat memberikan dampak secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Hotel berbintang yang dibangun PT Pesona Biru Wisata berlokasi di Jalan Sudirman, Kota Bengkulu dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dan pembangunannya dilaksanakan pengusaha lokal.

Kota Bengkulu merupakan Ibu Kota Provinsi yang terletak di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesiadan berada pada koordinat 300 45’ – 300 59’ LS dan 1020 14’ - 1020 22’ BT dengan luas wilayah 151,7 km2.

Penduduk yang mendiami kota ini berasal dari berbagai suku bangsa, antara lain Suku Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, Bugis, Minang, Batak dan lain-lain. Kota ini memiliki beberapa obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan yang terdiri atas, Wisata Alam, Wisata Sejarah dan Wisata Budaya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita