Minggu, 27 Mei 2012
Malang: Anggaran Bosda Akan Dinaikkan
Jumat, 19 November 2010 04:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/11 (SIGAP) - Anggaran bantuan operasional sekolah daerah atau Bosda bagi siswa SD/MI di Kota Malang, Jawa Timur, pada tahun 2011 dinaikkan hingga 2 kali lipat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Jumat (19/11). Lebih lanjut dirinya mengatakan, rencana kenaikan anggaran tersebut masih menunggu persetujuan dari para wakil rakyat daerah ini.

"Kenaikan anggaran Bosda ini baru bisa direalisasikan untuk siswa SD/MI, sedangkan untuk siswa SMP dan SMA masih belum bisa dilakukan karena keterbatasan APBD," tegasnya.

Selain itu, katanya, tingkat partisipasi wali murid SMP dan SMA juga lebih baik ketimbang di SD sehingga prioritas penambahan anggaran Bosda masih difokuskan untuk siswa SD.

Seperti dikatakan Sri Wahyuningtyas, sebelumnya anggaran Bosda untuk siswa SD di daerah itu sebesar Rp5,1 miliar untuk sekitar 85.900 siswa dan masing-masing siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp5 ribu per bulan. Sedangkan anggaran Bosda tahun 2011 mencapai Rp10,3 miliar dan setiap siswa mendapatkan sebesar Rp10 ribu per bulan.

Sehingga total bantuan untuk siswa SD/MI mencapai Rp43 ribu/siswa/bulan. Karena, selain mendapatkan jatah Bosda, mereka juga mendapatkan kucuran dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari APBN sebesar Rp33 ribu/bulan/siswa.

Sementara Bosda untuk siswa SMP masih tetap sebesar Rp10 ribu/siswa/bulan. Jumlah siswa yang mendapatkan kucuran dana Bosda tersebut sebanyak 39.807 siswa, sehingga anggaran yang dibutuhkan dari APBD sebesar Rp4,77 miliar per tahun.

Untuk siswa SMA yang mendapatkan bantuan dari program bantuan keuangan siswa kurang mampu (BKSKM) mendapatkan dana sebesar Rp65 ribu/siswa/bulan.

Jumlah siswa yang mendapatkan bantuan BKSKM di Kota Malang mencapai 4 ribu siswa dan mereka belum terkover bantuan dari APBN maupun APBD Pemprov Jatim.

Lebih lanjut Kadiknas mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan agar Bosda untuk siswa SD tersebut bisa disetujui dan tahun-tahun berikutnya siswa SMP dan SMA yang dinaikkan dana Bosda-nya.

Menanggapi usulan kenaikan Bosda siswa SD tersebut Ketua KOmisi D DPRD Kota Malang Syaiful Rusdi memastikan bahwa usulan itu bakal diloloskan."Apalagi anggaran pendidikan sekarang ini sudah disepakati sebesar 10persen dari total APBD Kota Malang," tegas politisi dari PAN tersebut.

Berdasarkan catatan SIGAP, Bosda sebagai penunjang pembangunan di bidang pendidikan menjadi satu batas kebijakan sekolah untuk tidak lagi melakukan pungutan dalam bentuk apapun kecuali rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita