Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Intensitas Erupsi Merapi Terus Menurun
Jumat, 19 November 2010 04:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/11 (SIGAP) - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM ) Surono, di Yogyakarta, Jumat (19/11) mengatakan, intensitas erupsi Gunung Merapi dalam beberapa terakhir ini terus menurun, namun kalangan masyarakat diminta tetap waspada.

Lebih lanjut Surono menjelaskan, berdasarkan data pantauan secara instrumental dan visual, tampak awan panas masih sering terjadi namun intensitasnya kecil yang diikuti dengan aktivitas seismik lain seperti gempa vulklanik dan tekanan lain.

Menurut Surono gempa tektonik dan Vulkanik sekali-sekali memang masih terjadi namun cenderung menurun. Tremor masih terjadi beruntun dengan amplitudo lemah namun belum menurunkan status Gunung Merapi dari awas karena masih dilakukan evaluasi.

Jika kondisi Gunung Merapi tetap stabil, maka Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral bisa mengevaluasi zona aman 20 kilometer, katanya.

Surono mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini ketinggian asap yang dipantau dari pos pengamatan Merapi semakin berkurang, hanya hanya berkisar pada ketinggian maksimal 1.000 meter hingga 2.000 meter dari puncak Gunung Merapi, bahkan pada pagi ini hanya terpantau asap solfatara putih tebal dengan tinggi maksimum 600 meter condong ke barat daya yang teramati dari Pos Tempel dan Ketep.

Hal ini, katanya, menunjukkan adanya penurunan intensitas letusan sehingga memungkinkan jika kondisinya bisa stabil maka akan ada pengurangan zona rawan. Kalangan masyarakat, terutama di tempat pengungsian diminta tetap bersabar meski mengetahui intensitas Gunung Merapi mengalami penurunan.

"Kami meminta masyarakat tetap bersabar hingga kondisi Gunung Merapi benar-benar membaik. Masyarakat tetap di tempat pengungsian. Jangan pulang dulu ke desa masing-masing," katanya.

Aktivitas seismik Gunung Merapi yang terpantau Jumat (19/11) dini hari hingga pagi ini menunjukkan gempa vulkanik sebanyak 1 kali, guguran 4 kali, gempa tektonik 1 kali dengan tremor masih beruntun dan tidak diikuti awan panas.

Namun jika dibandingkan dengan aktivitas sebelumnya pada Kamis (18/11) memang mengalami penurunan tercatat gempa vulkanik sampai 57 kali, guguran 6 kali, gempa tektonik 2 kali, dan awan panas 1 kali.

Terkait menurunnya aktivitas erupsi merapi tersebut, Surono mengatakan, zZona aman letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (19/11), diturunkan dari 20 kilometer menjadi 10 kilometer. (laporan rusman/ant) 

 

Arsip Berita