Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Intensitas Erupsi Merapi Terus Menurun
Kamis, 18 November 2010 04:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/11 (SIGAP) - Aktivitas erupsi Merapi berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral mulai Kamis pukul 03.34 WIB hingga kini terus menurun namun masih meluncurkan awan panas berintensitas kecil.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Surono, Kamis (18/11), di Yogyakarta mengatakan pantauan aktivitas gunung Merapi pada Kamis dini hari hingga pagi ini menunjukkan penurunan intensitas erupsi namun status awas tetap dipertahankan karena masih meluncurkan awan panas dengan intensitas kecil.

"Gunung Merapi hingga Kamis pagi masih meluncurkan awan panas dengan intensitas kecil. Aktivitas ini terekam pada Kamis pukul 03.34 WIB. Meski erupsinya mengalami penurunan intensitas, namun aktivitas gunung ini masih tergolong tinggi dan statusnya tetap awas," katanya.

Dirinya mengatakan Gunung Merapi memang masih mengeluarkan awan panas, guguran tercatat terjadi tiga kali, gempa vulkanik terjadi hingga 16 kali, dan tremor masih terus beruntun. Tremor yang terjadi beruntun ini sangat berkorelasi dengan hembusan asap yang tebal dan pekat yang disertai dengan abu vulkanik

Menurutnya, berdasarkan laporan petugas pengamat dari Ketep terlihat asap solfatara berwarna putih keabuan dengan tinggi asap 1.500 meter condong ke barat daya. Pada Kamis pukul 05.45, puncak Gunung Merapi tertutup kabut dan mendung. Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, bahaya awan panas serta lahar masih perlu diwaspadai.

Surono mengimbau kalangan masyarakat untuk tetap berada pada jarak aman dengan Gunung Merapi dan bersabar hingga gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta benar-benar stabil.

"Kami menegaskan lagi yang turun bukan aktivitas vulkanik Merapi, tetapi intensitas letusannya. Ancaman awan panas maupun lahar masih tetap ada sehingga kalangan masyarakat diminta jangan lengah dengan kondisi Merapi yang fluktuatif. Tolong warga sabar menunggu," katanya.

Oleh karena itu, katanya, kalangan warga diimbau untuk tetap berada pada radius aman yang sudah ditentukan pemerintah.

Tetapi, Surono mengatakan, hingga kini Gunung Merapi masih berstatus "awas", level tertinggi atas aktivitas vulkaniknya.

Sementara itu, selama 24 jam terakhir  kabut cukup tebal menutup Gunung Merapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Hampir selama 24 jam terakhir Merapi dari pengamatan di sini tertutup kabut tebal," kata petugas pengamatan Gunung Merapi di Pos Bukit Ketep, Kabupaten Magelang, Yulianto, di Magelang, Kamis (18/11).

Pengamatan secara visual dari pos darurat di Bukit Ketep menyebutkan, di antara Gunung Merapi dengan Merbabu itu, tidak terlihat kepulan asap sulvatara, semburan awan panas, dan guguran material. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita