Minggu, 27 Mei 2012
Pengungsi Merapi Dapat Sumbangan 2.000 Radio Transistor
Selasa, 16 November 2010 07:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/11 (SIGAP) - Para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat sumbangan sebanyak 2.000 radio transistor, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memperoleh informasi dan hiburan.

"Kami memilih menyumbang radio transistor untuk pengungsi, karena pascabencana Merapi kebutuhan pangan dan pakaian relatif sudah terpenuhi, sedangkan kebutuhan sekunder seperti hiburan dan informasi masih kurang," kata Komisaris Wilmar Group MP Tumanggor di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (16/11).

Penyerahan sumbangan 2.000 radio transistor diberikan kepada Kepala Kesbanglinmas DIY Murprih Antoro Nugroho. Saat ini pemerintah juga membutuhkan sarana media informasi yang tepat untuk dapat menjangkau pengungsi.

"Radio dianggap tepat karena bersifat `mobile` dan bisa dioperasionalkan menggunakan baterai. Dengan radio, banyak pihak dapat menyampaikan pesan moral, memompa semangat dan motivasi sekaligus sarana hiburan," katanya.

Murprih mengatakan, studio Radio Tanggap Merapi telah resmi berdiri pada Minggu (14/11). Radio itu mempunyai fungsi memberikan informasi yang akurat dan "trauma healing" sekaligus media rekreasi bagi pengungsi.

Menurutnya, bantuan 2.000 radio transistor itu menjadi tepat dan efektif untuk mendapatkan informasi dari pemerintah.

Masyarakat korban Merapi menjadi terbantu agar tidak mudah percaya dengan berbagai berita yang menyesatkan, karena sumber berita yang akan disiarkan adalah resmi dari media center pemerintah.

"Masyarakat korban Merapi juga dapat memperoleh hiburan melalui radio tersebut sehingga dapat meringankan beban," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DIY Rahmat Arifin mengatakan, pihaknya dalam mendukung pemulihan korban Merapi ikut membagikan "compact disc" berisi rekaman Sri Sultan Hamengku Buwono X pada beberapa stasiun radio.

Pihaknya berharap rekaman tersebut bisa disiarkan melalui media radio karena berisi materi motivasi bagi pengungsi. Materi yang ada bisa diolah untuk disiarkan pada warga korban Merapi sebagai iklan layanan masyarakat.

"Frekuensi radio rakyat mempunyai kewajiban moral untuk menyiarkan sebagai upaya menuju Yogya Bangkit, karena isi materi yang disampaikan adalah semangat bagi para pengungsi," katanya.

Sementara itu, Tim pencarian dan penyelamatan, Tentara Nasional Indonesia, polisi, dan relawan menghentikan sementara waktu penyisiran pencarian korban erupsi Gunung Merapi di kawasan dusun sekitar Kali Gendol, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta membenarkan tim evakuasi mulai Selasa menghentikan sementara waktu pengevakuasian korban yang diduga masih berada di reruntuhan abu vulkanik Gunung Merapi di dusun sekitar Kali Gendol.

Alasan Penghentian sementara waktu penyisiran korban Merapi untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah dan keterbatasan peralatan yang dimiliki tim untuk pengevakuasian.

"Tim evakuasi selama ini hanya menggunakan sekop untuk mengevakuasi. Kami membutuhkan alat berat untuk pengevakuasian," kata koordinator tim evakuasi dari Yonif 403 WP Kapten Inf Arip Subagyo. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita