Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Aktivitas Merapi Relatif Stabil
Selasa, 16 November 2010 06:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/11 (SIGAP) - Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral pada Senin (15/11) malam hingga Selasa pukul 06.00 WIB Aktivitas Gunung Merapi relatif stabil.

Namun secara visual, terutama dari arah selatan, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta itu tidak bisa terpantau langsung karena tertutup kabut tebal.

Menurut PVMBG, erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang tinggi, namun tidak terjadi awan panas, gempa vulkanik terjadi 10 kali, tremor beruntun terus terjadi, dan belum tercatat adanya gempa tektonik.

Gunung Merapi pagi ini benar-benar tidak tampak, namun berdasarkan pantauan mendung dan kabut tebal terus menutupi pandangan visual gunung teraktif di Indonesia itu.

Dari pos-pos pengamatan Gunung Merapi dilaporkan cuaca sejak Selasa dini hari hingga pagi hari kabut pekat diselingi dengan hujan berintensitas rendah hingga tinggi. Hujan lebat terjadi pada pukul 04.30 WIB hingga 05.45 WIB, sedangkan gerimis terjadi pada pukul 05.45 WIB hingga 06.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan CCTV Deles terekam Gunung Merapi tertutup kabut tipis hingga pekat sejak dini hari hingga pagi hari. Pada pukul 06.00 WIB terdengar suara gelegar seperti suara gemuruh Gunung Merapi.

Namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menjelaskan suara tersebut hanya suara petir dan bukan Gunung Merapi.

Sementara itu dilaporkan, jumlah pengungsi kini terus berkurang seiring dengan perkembangan Gunung Merapi yang meletus pertama Selasa (26/10) yang kondisinya sekarang terus mereda, meskipun sekarang masih dalam status "awas".

Untuk jumlah pengungsi di Klaten tersebar pada 28 kecamatan pada tanggal 14 November 2010 tercatat sebanyak 91.163 jiwa dan sampai 16 November 2010 tinggal 63.481jiwa, demikian data yang diperoleh ANTARA dari Posko Pengungsian Pemerintah Kabupaten Klaten, Selasa (16/11).

Untuk pengungsi yang ditampung Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten dan dewan pada tanggal tersebut tercatat 2.500 jiwa, namun sekarang tinggal 1.000 jiwa.

Pengungsian di Jatinom semula 14.893 jiwa sekarang tinggal 132 jiwa yang tersebar di Jemawan 15 jiwa, Pandeyan 68 jiwa, Kelurahan Jatinom 14 jiwa dan Desa Cawan 20 jiwa.

Untuk pengungsi yang tinggal di GOR Gelarsena Klaten yang semula sebanyak 8.047 jiwa sekarang tinggal 2.960 jiwa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita