Minggu, 27 Mei 2012
DPRD: Pangkalpinang Kekurangan Dokter Spesialis
Senin, 15 November 2010 03:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/11 (SIGAP) - Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), kekurangan dokter spesialis. Pasalnya, masih kurangnya minat tenaga dokter spesialis dari luar masuk ke daerah itu serta minimnya tenaga dari dalam.

Demikian dikatakan anggota DPRD Pangkalpinang Muhammad Rusdi di Pangkalpinang, Senin (15/11). Menurut Rusdi, kurangnya dokter spesialis ini merupakan persoalan yang belum terpecahkan hingga saat ini. Dirinya berharap pihak terkait bisa menjalankan program beasiswa dokter spesialis untuk bisa bekerja di Pangkalpinang.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kekurangan dokter spesialis menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal, terutama melayani pasien mengalami sakit berat yang membutuhkan tenaga dokter spesialis.

"Kami mengharapkan Pemkot Pangkalpinang bisa memberi beasiswa bagi tenaga medis yang melanjutkan pendidikan dokter spesialis agar tenaganya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan dokter di kota ini," ujarnya.

Menurutnya, anggaran untuk beasiswa dokter spesialis itu disediakan pemerintah pusat dan diharapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang bisa mengupayakan agar dana tersebut dikucurkan ke daerah.

"Setidaknya butuh sekitar Rp2 miliar untuk beasiswa dokter spesialis, kekurangannya mungkin bisa ditambah dengan dana APBD dan kami mendukung program beasiswa dokter spesialis ini," ujarnya.

Dirinya menunjukkan contoh, belum ada pelamar CPNS dari dokter spesialis sehingga membuktikan kurangnya minat dokter untuk bekerja di Pangkalpinang.

"Solusinya harus menyiapkan sumber daya manusia dari dalam seperti pemberian beasiswa bagi dokter yang melanjutkan pendidikan, nanti tenaganya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan dokter di kota ini," ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, disejumlah daerah juga masih minimnya tenaga medis, terutama dokter spesialis.

Di Medan misalnya, RSUD dr Pirngadi Medan masih kekurangan dokter spesialis. Untuk menyikapi kekurangan tersebut, RS Pirngadi berencana melakukan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Kekurangan tersebut menurutnya sangat mempengaruhi pelayanan di sebuah rumah sakit.

Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, Dewi F Syahnan, Selasa (2/11) mengatakan, dari 15 bagian pelayanan yang ada di RS Pirngadi Medan, diantaranya masih membutuhkan beberapa tenaga ahli dokter spesialis. Sub bagian yang masih kekurangan dokter spesialis menurutnya adalah bagian thorax, bedah tulang, bedah syaraf, bedah plastik, urologi dan otophedic. (laporan husein al panji/ant)

 

Arsip Berita