Minggu, 27 Mei 2012
Bengkulu Tengah: Bantuan Desa Tertinggal Rp2,5 Miliar
Senin, 15 November 2010 02:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/11 (SIGAP) - Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menerima bantuan untuk desa tertinggal dari pemerintah pusat sebesar Rp2,5 miliar dalam tahun 2010.

Pejabat Bupati Bengkulu Tengah, H. Bambang Suseno saat dihubungi ANTARA, Senin (15/11) mengatakan, dana tersebut diarahkan untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif dan menunjang angkutan desa.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kucuran dana dari pemerintah pusat itu antara lain untuk mendukung pengembangan usaha usaha ternak dan modal untuk kegiatan simpan pinjam.

Selain itu menurutnya juga diarahkan untuk menyediakan angkutan transportasi ke desa tertinggal di wilayah ini.

Seperti diketahui Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan hasil pemekaran dari kabupaten induknya Bengkulu Utara, memiliki 108 desa tertinggal dari 134 desa yang ada di wilayah ini.

Bahkan dari jumlah desa tertinggal itu 58 desa masuk katagori sangat tertinggal, sebagian besar berlokasi pada lereng perbukitan, sehingga sarana dan prasaran di daerah itu sangat minim, termasuk sumber daya manusianya.

Fasilitas jalan menuju ke desa-desa tersebut masih merupakan jalan tanah dengan tanjakan dan tikungan tajam, sehingga menyulitkan transportasi pada saat musim hujan.

Guna mengatasi ketertinggal ratusan desa di daerah ini, Pemkab Bengkulu Tengah berupaya mencari dan mengandalkan dana dari pemerintah pusat, antara lain melalui usulan serta dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU).

Hal itu dilakukan, jika hanya mengandalkan dana bantuan desa tertinggal sebesar Rp2,5 miliar tersebut, sangat sulit menembus isolasinya, akibat dana tersebut sangat kecil.

Dari jumlah desa tertinggal itu saat ini terdapat sekitar 54.000 jiwa atau 52% warga masuk katagori miskin dari jumlah penduduk seluruhnya 105.600 jiwa.

Oleh sebab itu untuk menekan sekecil mungkin jumlah angka kemiskinan itu membutuhkan dana rata-rata Rp200 miliar pertahun, mengingat sarana dan prasarana di daerah ini sangat minim dan terbelakang, ujar Bambang.

Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini memiliki potensi tambang batubara cukup besar di Provinsi Bengkulu, namun baru digarap oleh 3 perusahaan pertambangan antara lain PT Bukit Sunur grup dan PT Danau Mas Hitam.

Sementara itu, pada Agustus lalu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini mengemukakan, masih ada 183 daerah tertinggal di Indonesia, namun semuanya memiliki potensi luar biasa.

Menurut Helmy , daerah tertinggal tersebut rencananya akan diubah melalui program bedah desa hingga berpotensi ekonomi tinggi.
Helmy mengatakan untuk mempercepat pembangunan dan pengentasan daerah tertinggal, Kementerian PDT melakukan berbagai upaya seperti pemetaan masalah di desa-desa daerah tertinggal dan koordinasi dengan stakeholder dan sektor atau departemen terkait untuk mewujudkan pembangunan daerah tertinggal, terutama dibidang infrastruktur. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita