Minggu, 27 Mei 2012
KKP Kembali Kirim Bantuan untuk Korban Tsunami Mentawai
Minggu, 14 November 2010 08:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/11 (SIGAP) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengirim bantuan sejumlah barang dan bahan pangan untuk membantu korban bencana tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi KKP, Soenan H Poernomo, di Jakarta, Minggu (14/11).

Menurut Soenan, Bntuan untuk Mentawai tersebut dikirim pada Sabtu (13/11), melalui Kapal Hiu Macan.

Lebih lanjut Soenan memaparkan, bantuan itu antara lain 16 ton beras yang dimuat dari kapal barang Daeng Petanra.

Sedangkan dari posko bantuan sosial akan dimuat beragam barang seperti sardencis, sabun, odol, pembalut, mi instan, teh, kopi, gula, dan pakaian bekas.

Beragam barang tersebut dibawa untuk Desa Malakolak serta Dusun Lakau dan Desa Bulasat yang terletak di Kecamatan Pagai Selatan.

KKP juga telah melakukan penaksiran bahwa jumlah kerugian materiil akibat tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp46 miliar.

Besarnya angka kerugian akibat bencana alam itu juga disebabkan banyaknya kawasan perkampungan terletak di pantai yang landai pada teluk atau tanjung.

Selain itu, konsentrasi energi tsunami yang besar di kawasan itu dinilai tidak mampu diredam oleh tanaman pelindung yang memenuhi syarat.

Sebelumnya, saat meninjau langsung Mentawai beberapa waktu lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad juga telah menyerahkan bantuan awal senilai Rp 185 juta.

Bantuan yang terdiri atas uang tunai, ikan olahan kalengan, serta biskuit tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian karyawan KKP terhadap masyarakat yang terkena bencana.

Selanjutnya, KKP juga merelokasi anggaran tahun 2011 sebesar Rp15 Miliar untuk membantu proses pemulihan Mentawai.

Masyarakat akan mendapat bantuan terkait mata pencaharian alternatif, di antaranya melalui dukungan pengembangan paket usaha perikanan budidaya.

Sementara itu, guna mengetahui kualitas lingkungan di Mentawai pascabencana tsunami, Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhamad Hatta, beserta rombongan melakukan peninjauan ke Sikakap, Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (12/11).

Dikatakannya, untuk melakukan pemulihan kualitas lingkungan di daerah yang terkena tsunami telah diturunkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Rawan Bencana Lingkungan untuk mengidentifikasi kerusakan seperti keanekaragaman hayati, pengelolaan kualitas air, dan kerusakan ekosistem pesisir laut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita