Minggu, 27 Mei 2012
Pengungsi Bencana Merapi Mulai Jenuh
Minggu, 14 November 2010 08:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/11 (SIGAP) - Pengungsi bencana letusan Gunung Merapi yang berada di Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman mulai merasa jenuh karena tidak ada kegiatan untuk mengisi waktu.

Setidaknya hal ini dikeluhkan salah satu pengungsi Mardi (46) warga Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, kepada ANTARA, Minggu (14/11). "Di pengungsian saya merasa sangat jenuh karena tidak ada kegiatan apa-apa, daripada cuma duduk-duduk diam saya memilih ke rumah sambil sedikit-sedikit membersihkan rumah dari abu Merapi," katanya.

Menurut Mardi, dirinya juga tahu jika status Gunung Merapi sampai saat ini masih "Awas", tetapi karena di pengungsian merasa jenuh dirinya nekat untuk pulang.

"Di pengungsian tidak betah sehingga saya pulang dan membawa barang-barang dari pengungsian. Untuk sementara saya sendiri yang pulang, sedangkan anak isteri masih tinggal di pengungsian," katanya.

Sedangkan kaum ibu juga merasakan kejenuhan di pengungsian, namun mereka belum berani pulang ke rumah masing-masing.

"Memang di pengungsian ini untuk masalah makan tidak ada kendala, namun selama ini sama sekali tidak ada kegiatan sehingga inginnya pulang, namun masih takut," Ny Tini pengungsi asal Desa Argomulyo.

Menurutnya, kejenuhan tersebut juga dialami ibu-ibu lainnya, karena tidak ada kegiatan selain duduk, makan dan tidur.

"Kalau setiap hari seperti ini rasanya badan dan pikiran justru menjadi lelah dan tidak betah," katanya.

Koordinator pengungsian di Stadion Maguwoharjo, Budiharjo mengakui kalau sejauh ini memang belum ada kegiatan ibu-ibu yang berada di pengungsian.

"Mulai pekan depan gerakan PKK Sleman akan mengadakan berbagai macam pelatihan keterampilan untuk para ibu. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan. Kegiatan tersebut juga memberikan bekal ketrampilan bagi ibu-ibu," katanya.

Sebelumnya, Jum’at (12/11) Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, pihaknya akan tetap memantau kondisi psikologis dan kesehatan jiwa pengungsi korban bencana untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Para pengungsi sudah ada yang stres dan mengalami gangguan emosional. Lagi diupayakan terus ditangani, memang tidak mudah, apalagi waktu pengungsian lama," kata Menkes usai memimpin upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Halaman Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat.

Bahkan untuk mengantisipasi semakin bertambahnya pengungsi yang mengalami gangguan psikologis, Menkes mengatakan, Kemenkes telah mulai menambah tenaga kesehatan jiwa ke wilayah bencana.

"Sudah tambah tenaga khusus psikologis dan kesehatan jiwa. (Saat ini) Sudah banyak tenaga kesehatan yang dikirim," ujarnya. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita