Minggu, 27 Mei 2012
PVMBG: Merapi Tidak Keluarkan Awan Panas
Minggu, 14 November 2010 01:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/11 (SIGAP) - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono, Minggu (14/11) mengatakan, aktivitas Gunung Merapi sejak Sabtu (13/11) hingga Minggu (14/11) tercatat cukup stabil dan tidak mengeluarkan awan panas.

Lebih lanjut Suyono menambahkan, Gunung Merapi sempat tidak mengeluarkan awan panas meskipun ada hujan abu vulkanik tipis.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menjelaskan awan panas Gunung Merapi terakhir keluar pada Jumat (12/11) sebanyak 2 kali, sedangkan sepanjang Sabtu (13/11) hingga Minggu (14/11) aktivitas tersebut tidak ditemui.

Surono mengatakan meski demikian, erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi dan status Merapi masih dinyatakan pada level awas.

Hasil laporan semua petugas teramati asap dengan tinggi maksimal 2.000 meter berwarna putih abu-abu hingga kecokelatan. Intensitasnya pekat dan condong ke arah selatan hingga barat daya. Hujan abu tipis terjadi sejak kemarin yang mulai teramati dari Desa Manisrenggo serta sempat terjadi gempa tektonik berdurasi 88 detik.

Dirinya mengatakan hingga Minggu, pukul 00.00 WIB, teramati kolom asap dan sebelumnya pada pukul Sabtu (13/11) pukul 19.45 WIB tampak titik api diam yang terlihat dari CCTV Deles. Endapan lahar teramati di semua sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Status Merapi hingga kini belum diturunkan sehingga kalangan masyarakat diminta tetap waspada dan radius jarak aman masih 20 kilometer.

Aktivitas Gunung Merapi berdasarkan data seismik yang tercatat di BPPTK Yogyakarta terjadi gempa vulkanik sebanyak 26 kali, Guguran 25 kali, Gempa tektonik 3 kali, dan tremor yang terjadi beruntun.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief,  Minggu (14/11) menyebutkan, untuk daerah Boyolali diubah menjadi 10 kilometer, Magelang menjadi 15 kilometer, dan Klaten menjadi 10 kilometer. Sedangkan untuk Sleman tetap pada 20 kilometer.

Dirinya menjelaskan salah satu pertimbangan perubahan radius untuk 3 kabupaten di Jawa Tengah tersebut, melihat dari fakta pergerakan awan panas Gunung Merapi selama ini yakni di Magelang melalui Kali Bebeng mencapai 11,5 kilometer, Boyolali melalui Kali Apu mencapai 4 kilometer, dan Klaten melalui Kali Woro mencapai 7 kilometer.

"Sleman melalui Kali Gendol 14 kilometer," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, intensitas erupsi Gunung Merapi berdasarkan pengamatan PVMBG Kementerian Energi Sumber Daya Mineral pada Sabtu pukul 24.00 WIB (dini hari) hingga pukul 07.00 WIB, masih tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Hasil pemantauan kegempaan menunjukkan sepanjang Sabtu dini hari telah terjadi tujuh kali gempa vulkanik, tremor beruntun, 11 guguran, dan sekali gempa tektonik, sedangkan awan panas tidak terjadi pada pukul 24.00 WIB hingga 07.00 WIB . (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita