Minggu, 27 Mei 2012
Dinkes Sumbar Iimbau Masyarakat Biasakan Hidup Sehat
Sabtu, 13 November 2010 13:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/11 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Rosnini Savitri mengimbau agar masyarakat setempat membiasakan hidup sehat sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai penyakit.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-46, Sabtu (13/11).

"Banyak penyakit yang bisa dicegah dengan pola hidup sehat karena itu biasakanlah dengan menciptakan lingkungan sehat dan bersih," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, peranan keluarga sangat penting dalam meningkat meningkatkan kualitas kesehatan bagi masyarakat.

"Keluarga yang sehat adalah investasi bangsa bagi pembangunan sumber daya manusia produktif,"katanya.

Dirinya menambahkan, dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat bagaiaman hidup sehat.

"Ada beberapa hal yang sudah diterapkan untuk mencapai keluarga sehat yakni menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat dan menekan kebiasaan merokok,"katanya.

Rosnini mengatakan, tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk merupakan tujuan pembangunan nasional di bidang kesehatan, karena dapat mewujudkan derajat masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum.

"Untuk mencapai tujuan tersebut segala potensi dan partisipasi aktif dari masyarakat perlu ditingkatkan agar semua komponen berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara langsung berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia,`katanya.

Menurutnya, kendala dalam menumbuhkan budaya keluarga sehat di Sumbar ini masih kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Seperti mencuci tangan dengan sabun yang merupakan program yang diterapkan oleh pusat malah dianggap remeh.

"Meskipun terlihat sepele, namun, kebiasaan tersebut merupakan sesuatu yang penting harus ditanamkan dalam diri demi kesehatan,"kata Rosnini Savitri.

Dirinya menambahkan, selalu membiasakan diri dengan mencuci tangan merupakan salah satu indikator dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Selain itu yang perlu diperhatikan untuk menciptakan keluarga sehat ini adalah dengan menekan angka kematian ibu-anak dan angka kurang gizi," katanya.

Sementara itu di Pasuruan, peringatan HKN ke-46 tahun 2010 Sabtu (13/11) dilaksanakan di Lapangan AKPER Pemerintah Kota Pasuruan yang mengangkat tema “Keluarga Sehat Investasi Bangsa”. Upacara ini dihadiri oleh Walikota Pasuruan H. Hasani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Direktur RSD Kota Pasuruan dan Direktur AKPER Kota Pasuruan.

Dalam momentum peringatan ini Menteri Kesehatan melalui Walikota Pasuruan menghimbau kepada para gubernur, bupati dan walikota beserta segenap masyarakat di seluruh Indonesia untuk terus-menerus berupaya meningkatkan perilaku sehat keluarga sejak dini, agar pada tahun 2014 perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS di rumah tangga Indonesia dapat mencapai 70%.

Selain itu melalui Walikota Pasuruan Menteri Kesehatan menegaskan kembali pesan-pesan penting yang harus disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkatkan kesehatan keluarga sebagai investasi bangsa, diantaranya kesehatan harus dimulai dari rumah, gizi baik, anak tumbuh sehat dan cerdas, jadilah keluarga sadar gizi, bu sehat yang mampu memenuhi tugas dalam keluarga dan masyarakat dan lindungi keluarga dari narkoba dan HIV-AIDS. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita