Minggu, 27 Mei 2012
Yogyakarta: Tim SAR Temukan 9 Jenazah Letusan Merapi
Jumat, 12 November 2010 04:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/11 (SIGAP) - Tim pencarian dan penyelamatan, Tentara Nasional Indonesia, polisi, dan relawan, Jumat, menemukan sembilan jenazah korban letusan Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari di dua dusun di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta membenarkan telah menemukan sembilan jenazah, dua jenazah ditemukan di Dusun Bekalan Wukirsari, Kecamatan Cangkringan dan tujuh jenazah di Dusun Ngancar Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan.

Sembilan jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena sudah tidak utuh lagi. Penemuan jenazah ini berdasarkan hasil laporan dari kalangan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sejak letusan Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari.

Kesembilan jenazah yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta untuk diautopsi.

Kalangan masyarakat di dua dusun itu yang merasa mempunyai anggota keluarga yang hingga kini belum ditemukan bisa mendatangi RS Sardjito Yogyakarta untuk mengidentifikasi.

Sementara itu, Aparat kepolisian, Jumat (12/11) memperketat penjagaan daerah di kawasan rawan bencana Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengantisipasi aksi penjarahan.

Identitas setiap warga yang melintasi jalan masuk kawasan rawan bencana (KRB) II dan III, seperti Ngemplak, Kalasan, Turi, Cangkringan, dan lain-lain diperiksa ketat, termasuk barang-barang bawaan. Langkah ini untuk mengamankan rumah dan keselamatan warga yang akhir-akhir nekat pulang ke rumahnya masing-masing.

"Selain warga setempat dilarang masuk. Jika ada warga yang keluar dari dusun kami periksa teliti, termasuk barang bawaannya," kata seorang anggota polisi yang menjaga di KRB II dan III.

Warga yang diizinkan memasuki dusun dibatasi waktunya karena aktivitas Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas. Jika ingin pulang ke dusun cukup mengambil pakaian, jangan memberi makan ternak. "Kami melarang warga yang pulang ke dusun memberi pakan ternak," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita