Minggu, 27 Mei 2012
Bulog: Persediaan Beras Bulog Kediri Menipis
Jumat, 12 November 2010 03:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/11 (SIGAP) - Persediaan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre V Kediri, Jawa Timur, semakin menipis, atau hanya tercatat 8.601 ton gabah setara beras yang diperkirakan tidak cukup untuk 3 bulan.

Kepala Bulog Subdivre V Kediri, Wayan Budita, Jumat (12/11) mengemukakan, menipisnya stok itu disebabkan belum adanya panen raya di wilayah Bulog Kediri. Bulog juga terus mendistribusikan beras untuk rakyat miskin, sehingga stok di gudang menipis.

"Setiap bulan kami mengirim sebanyak 3.259 tok beras untuk warga miskin, sehingga dengan stok yang ada sekarang memang terbatas," ujarnya.

Selain untuk beras raskin, Wayan mengatakan, stok yang ada juga masih harus dikurangi dengan beras untuk bencana atau beras cadangan pemerintah. Setiap daerah, mendapatkan alokasi 100 ton yang bisa diambil jika ada bencana.

Hingga November 2010 ini, Bulog sudah mengeluarkan 36,5 ton beras, yaitu 18,5 ton untuk Kabupaten Kediri, 6 ton untuk Kota Kediri, dan 12 ton untuk Kabupaten Nganjuk.

Dirinya juga mengatakan, stok itu memang tidak sesuai dengan stok aman. Seharusnya, batas aman ston beras minimal tiga bulan. Dengan kondisi seperti stok yang tidak cukup untuk tiga bulan, Bulog berupaya untuk terus menambah stok gudang.

Penambahan itu, katanya, hanya mengandalkan stok dari setiap petani maupun tempat penggilingan, untuk menggiling padinya. Pihaknya belum bisa mengandalkan beras dari petani, karena hingga saat ini panen raya belum berlangsung.

Wayan mengaku tidak khawatir dengan semakin tipisnya stok beras di gudang Bulog, dapat mempengaruhi ketahanan pangan di daerahnya. Pihaknya optimistis, awal tahun depan sudah memasuki musim panen, sehingga dapat menambah stok beras di gudang Bulog.

"Kami perkirakan, Januari 2011 sudah mulai panen, sehingga dapat menambah stok di gudang," kata Wayan optimistis.

Pemkab Kediri memang sudah mengajukan permintaan untuk beras cadangan pemerintah. Pemkab meminta sebanyak 2,5 ton beras yang rencananya didistribusikan kepada 336 kepala keluarga (KK) atau 1.491 jiwa di Desa Wonocatur, Kecamatan Gampengrejo.

Terjadi banjir di daerah itu akibat jebolnya tanggul Sungai Sukorejo yang bermuara di Sungai Brantas hingga lebih dari100 meter. Setiap jiwa rencananya akan mendapatkan 1,2 kilogram beras yang diberikan untuk 3 hari.

Sementara itu, seperti yang dilansir laman  kontan.co.id, setelah merealisasikan impor beras sebesar 300.000 ton, kini Bulog kembali akan merealisasikan impor beras tahap II sebanyak 300.000 ton berikutnya. Impor beras yang dilakukan oleh Bulog ini ditujukan untuk menambah stok beras nasional.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan keputusan impor oleh Bulog ini merupakan implementasi dari hasil keputusan di tingkat kabinet. "Selama (impor) itu untuk mengamankan stok yang ditetapkan, tentu Kementerian Perdagangan akan memfasilitasinya," ujarnya seusai konferensi pers di Kementerian Perdagangan Senin (1/11).

Lebih lanjut dirinya menambahkan, jika impor ini dilakukan oleh Bulog, sudah tentu itu akan dialokasikan untuk stok. "Kalau memang kebutuhan Bulog lebih dari 300.000 ton itu lagi-lagi merupakan implementasi dari keputusan kabinet," tambah Mahendra.

Sebagai catatan, untuk mengamankan stok beras nasional, Bulog sudah melakukan impor beras sebesar 300.000 ton dari Vietnam. Saat ini, beras impor tersebut sebagian sudah dalam perjalanan menuju Indonesia. Selanjutnya, untuk impor beras 300.000 ton tahap kedua akan masuk bersamaan hingga Desember 2010. Beras impor ini berasal dari Vietnam dan Thailand. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita