Minggu, 27 Mei 2012
Bengkulu: Gubernur Imbau Warga Pelihara Jalur Evakuasi
Kamis, 11 November 2010 05:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/11 (SIGAP) - Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin, Kamis (11/11) di Bengkulu meminta warga memelihara jalur evakuasi dan bencana gempa dan tsunami di daerah itu.

"Kita sudah memasang penunjuk jalur evakuasi dan titik aman berkumpul, tapi tidak sedikit yang sudah rusak karena tangan-tangan tidak bertanggung jawab, saya minta masyarakat ikut memelihara," katanya.

Gubernur mengatakan, perbaikan jalur evakuasi akan diprioritaskan pada tahun anggaran 2011 termasuk pembangunan 50 gudang logistik di wilayah pesisir.

Selain jalur evakuasi, gubernur juga meminta warga memelihara perangkat mitigasi bencana yang sudah ada di beberapa daerah seperti alat pendeteksi gempa dan tsunami.

“Ada beberapa alat seperti sirene tsunami yang sudah terpasang di beberapa titik, tolong jangan dirusak, karena peralatan yang rusak juga membuat korban jiwa yang jatuh di Mentawai lebih banyak," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Muharamin meminta pemerintah memelihara jalur evakuasi bencana tsunami di sejumlah titik karena kondisinya kurang terawat.

"Pemeliharaan jalur dan titik evakuasi adalah bagian dari upaya mitigasi bencana untuk mengurangi resiko saat bencana terjadi, karena kami melihat penunjuk jalur evakuasi sudah banyak yang rusak," katanya.

Perangkat mitigasi bencana tersebut sebagian besar dipasang pada 2008 pascagempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter yang melanda Bengkulu pada 2007.

Menurutnya, pemerintah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sudah dibentuk di tingkat kabupaten dan kota harus berperan aktif memastikan jalur tersebut selalu terpelihara.

"Karena belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan bencana gempa dan tsunami terjadi termasuk Bengkulu yang rawan bencana gempa, untuk itu kita harus selalu siaga," katanya.

Politisi Demokrat dari daerah pemilihan Kabupaten Muko Muko ini mencontohkan jalur evakuasi tsunami di daerah pemilihannya yang kurang memadai.

Kondisi jalan menuju titik evakuasi aman gempa dan tsunami di daerah itu perlu ditingkatkan serta pemasangan lampu jalan di jalur tersebut.

"Khususnya jalur evakuasi aman gempa dan tsunami mulai dari Kota Mukomuko menuju Satuan Pemukiman VI di Kecamatan Lubuk Pinang itu membutuhkan penerangan untuk menuntun masyarakat menuju titik kumpul masyarakat," katanya.

Dirinya mengatakan, selain bantuan pemasangan lampu jalan, Pemkab Muko Muko juga meminta Pemprov untuk meningkatkan pembangunan jalan sepanjang jalur evakuasi yang belum diaspal.

Seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu harus memelihara perangkat mitigasi bencana yang sudah ada sebab Bengkulu daerah rawan bencana gempa dan tsunami, katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, jalur evakuasi merupakan sarana vital yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat diwilayah yang rawan bencana, khususnya daerah yang sulit dijangkau terutama pada daerah yang terjadinya bencana.

Untuk itu jalur evakuasi perlu dibangun secara permanen,kuat, terpelihara dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita