Minggu, 27 Mei 2012
Pangkalpinang: Wartawan Kirim Bantuan Rp100 Juta Untuk Mentawai
Rabu, 10 November 2010 05:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/11 (SIGAP) - Wartawan Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung yang tergabung dalam Pangkalpinang Pers Club mengirim bantuan bernilai Rp100 juta untuk korban Tsunami di Kabupaten Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Ketiga orang dari perwakilan PPC masing-masing Aulia Bhakti, Fachru Rozi, dan Jhon Afandi Rabu pagi berangkat ke Mentawai dilepas Wakil Kepala Kepolisian Daerah Babel, Rusli Nasution.

Menurut Rusli Nasution, hal ini merupakan bentuk kepedulian para wartawan ditengah kesibukannya menjalankan tugas menyampaikan berita terhadap masyarakat yang menderita akibat diterpa bencana.

Dirinya mengharapkan tim yang diberangkatkan ke Mentawai terus berkoordinasi dan diharapkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan uang tunai dapat meringankan penderitaan para korban bencana.

"Apalagi saya mendengar masih ada dua daerah yang belum tersentuh bantuan, saya mengharapkan para wartawan yang menyerahkan langsung bantuan ini dapat menembus dua desa tersebut," ujarnya.

Sementara itu, ketua tim penyerahan bantuan dan relawan dari PPC, Fachru Rozi, mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sekitar Rp60 juta, obat-obatan, makanan dan pakaian bernilai Rp100 juta.

Menurut Fachru Rozi, ada dua daerah yang saat ini sedang dilanda bencana yaitu Mentawai dan korban Gunung Merapi di Yogyakarta, namun saat ini kami menyalurkan bantuan untuk Mentawai karena mendapat kabar ada dua daerah yang belum tersentuh bantuan.

Dijelaskan Fachru Rozi, tim akan berada di Mentawai selama satu minggu dan tiga truk sembako sudah diberangkatkan melalui jalur Palembang-Padang dan langsung ke Mentawai melalui jalur laut.

"Sebagian sembako kami sediakan dari Palembang dan Mentawai agar lebih efektif, kami juga menyewa satu kapal agar tidak menghambat akses transportasi hingga ke Mentawai," ujarnya.

Tim wartawan juga dibantu tim Mapala Universitas Andalas Padang, bergabung di Padang untuk berangkat melalui jalur laut ke Mentawai.

"Kami serahkan bantuan ini kepada korban yang benar-benar membutuhkan bantuan, saat ini kami mendapat kabar penyaluran bantuan belum merata," ujarnya. Sementara itu, berdasarkan pantauan SIGAP, pengungsi korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, masih membutuhkan bantuan beras, minyak goreng, baju anak, dan kelambu untuk persiapan natal.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Paulinus, di Sekakap, Selasa (9/11), stok beras yang ada saat ini masih cukup hingga 2 minggu ke depan.

"Kita berharap donatur yang akan menyalurkan bantuan dapat lebih memprioritaskan bantuan yang sangat dibutuhkan itu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengungsi saat natal," katanya. Selain itu, katanya, para pengungsi juga membutuhkan hunian sementara, sehingga para korban dapat merayakan hari natal dengan hikmat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita