Minggu, 27 Mei 2012
Kawasan Barat Merapi Diterpa Hujan Abu Susulan
Rabu, 10 November 2010 05:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/11 (SIGAP) - Petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Gardu Pandang Bukit Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Yulianto, di Magelang, Rabu (10/11) mengatakan, hujan abu tipis akibat letusan susulan Gunung Merapi menerpa kawasan barat puncak gunung berapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kepulan asap pagi ini terpantau hingga sekitar pukul 07.23 WIB dari sini," katanya.

Dirinya mengatakan, sejumlah kawasan yang terkena hujan abu tipis itu antara lain Desa Mangungsoko dan Banyudono, Kecamatan Dukun, hingga kota Kecamatan Muntilan sekitar 30 kilometer barat puncak gunung berapi yang sedang fase letusannya sejak 26 Oktober masih berlangsung.

Angin, katanya, bertiup dari timur ke barat sehingga sejumlah kawasan itu tertimpa hujan abu.

Dirinya mengatakan, pada Selasa (9/11) sejak sekitar pukul 15.45 hingga 20.00 WIB hujan turun di kawasan barat puncak Merapi.

"Sejak sore hingga malam tadi juga turun hujan," katanya.

Lebih lanjut Yulianto mengatakan, Merapi yang terpantau dari objek wisata Bukit Ketep di antara Gunung Merapi dengan Merbabu itu tertutup awan, sedangkan di bagian lereng timur tertutup kabut tebal.

Petugas pengamatan Merapi di sisi barat dengan pos utama di Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang sekitar empat kilometer barat puncak Merapi itu sejak empat hari terakhir menempati pos di Bukit Ketep.

Mereka sebelumnya secara bertahap turun dari Pos Babadan ke Krinjing, Sawangan, dan sejak empat hari terakhir di Bukit Ketep.

Bukit Ketep dengan sejumlah fasilitas wisata seperti gardu pandang, bioskop mini, dan museum vulkano, ditutup sementara bagi kunjungan wisata karena lokasinya cukup dekat dengan puncak Merapi.

Sementara itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Selasa (9/11) mengatakan, Gunung Merapi muntahkan material vulkanik 140 juta meter kubik sejak meletus 26 Oktober 2010 sampai sekarang, atau melebihi volume material vulkanik hasil erupsi pada 1872 yang mencapai 100 juta meter kubik.

"Itu artinya, jika diukur dengan indeks letusan, maka letusan pada 2010 lebih besar dibandingkan dengan letusan Merapi pada 1872 yang pernah tercatat dalam sejarah letusan gunung berapi ini," katanya.

Menurutnya, salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan besar indeks letusan adalah dari volume material vulkanik yang dimuntahkan Merapi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita