Minggu, 27 Mei 2012
Korban Letusan Merapi Dapat Program Edukatif
Selasa, 09 November 2010 05:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/11 (SIGAP) - Para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi yang mengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendapatkan program edukatif untuk mengisi waktu luang selama di pengungsian.

"Di GOR UNY selain disediakan televisi berukuran besar, juga dipasang layar lebar untuk pemutaran film edukatif bagi para pengungsi terutama anak-anak," kata Pembantu Rektor I UNY Nurfina Aznam, di Yogyakarta, Senin (9/11).

Menurutnya, untuk anak usia dini dan SD mendapatkan program edukatif yang meliputi senam massal, belajar bersama, permainan edukatif, keterampilan tangan, kesenian, kerohanian, dan dongeng.

Untuk usia siswa SMP dan SMA berupa senam massal, pijat olahraga, kerohanian, belajar kelompok, dan pengenalan fakultas yang ada di UNY. Untuk dewasa dan lansia diisi dengan kegiatan senam massal, pijat olahraga, periksa kesehatan, "low game",  kesenian, dan kerohanian.

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengisi waktu luang selama di pengungsian, meringankan atau mengalihkan beban psikis karena sedang dilanda bencana, dan menambah pengetahuan bagi anak-anak," katanya.

Seorang relawan Danar mengatakan, anak-anak sangat menggemari permainan edukatif yang diberikan oleh para relawan. Salah satunya adalah permainan origami atau lipat kertas.

Bahkan, menurutnya, beberapa mahasiswa asing UNY juga ikut berpartisipasi memberikan hiburan kepada anak-anak dengan bermain permainan edukatif. Mereka antara lain berasal dari India, Srilanka, dan Thailand.

"Relawan dari luar UNY yang mau berpartisipasi dalam memberikan permainan edukatif bagi anak-anak pengungsi silakan datang dan mendaftar. Pelaksanaannya nanti bisa diatur karena jadwal yang sekarang dibuat cukup fleksibel," katanya.

Seorang anak yang mengikuti program edukatif, Dhona mengatakan, dirinya senang dengan permainan yang ada. "Saya senang di sini karena ada permainan dan banyak teman," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan, pengungsi di GOR UNY berjumlah 650 orang yang sebagian besar berasal dari Pakem, Sleman, DIY. Mereka berada di tempat pengungsian tersebut sejak Jumat (5/11) lalu.

Sementara itu, 3 kecamatan di Kabupaten Sleman yang wilayahnya mengalami kerusakan terparah akibat letusan Merapi yaitu Turi, Pakem, dan Cangkringan membuka layanan kemasyarakatan darurat.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, di Sleman, Senin (9/11)mengatakan, ada 3 kecamatan yang wilayahnya mengalami kerusakan terparah akibat letusan Gunung Merapi yaitu Turi, Pakem dan Kecamatan Cangkringan. "Untuk melayani keperluan administrasi masyarakat, maka di tiga kecamatan itu dibuka layanan darurat," katanya.

Menurutnya, tiga kecamatan tersebut termasuk kawasan rawan bahaya (KRB) bencana Merapi, sehingga seluruh warga masyarakat dan kantor pemerintahan harus mengungsi. "Kegiatan pemerintahan mulai tingkat kecamatan hingga desa bisa dikatakan lumpuh, karena di wilayah itu sudah kosong," kata Yuni di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Dirinya mengatakan untuk melayani urusan administrasi masyarakat, dan surat menyurat, warga bisa dilayani di pos utama di Stadion Maguwoharjo khususnya Kecamatan Cangkringan dan Pakem, sedangkan Kecamatan Turi di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

"Sebenarnya kami ingin kegiatan pemerintahan dipusatkan di posko utama Stadion Maguwoharjo, tetapi karena kebanyakan warga Turi mengungsi di lingkungan kantor Pemkab Sleman, akhirnya kegiatan pemerintahan Kecamatan Turi dilakukan di lingkungan kantor pemkab," katanya.

Camat Pakem Budiharjo mengatakan pelayanan pemerintahan masih bisa dilakukan seperti biasa di posko utama di Stadion Maguwoharjo. "Kalau surat menyurat tidak ada masalah, kecuali pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), karena semua peralatannya ada di kantor kecamatan. Namun, jika dibutuhkan, akan saya buatkan surat keterangan penduduk," katanya.

Sedangkan Camat Turi Susmiarto mengatakan pihaknya sudah memerintahkan semua kepala desa untuk tetap siaga dengan cara membuka posko. "Harapannya, jika ada warga masyarakat yang memerlukan surat keterangan, bisa terlayani dengan baik. Mulai hari ini semua kegiatan pemerintah sudah jalan, meskipun keadaannya darurat," katanya. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita