Minggu, 27 Mei 2012
Unib-BMKG Tandatangani MoU Pendidikan Kewaspadaan
Senin, 08 November 2010 08:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/11 (SIGAP) - Universitas Bengkulu dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama untuk mendukung pendidikan dan kewaspadaan masyarakat terhadap gempa di daerah setempat. "Nota kesepahaman mengenai pemanfaatan alat pendeteksi gempa bumi dibuat untuk kepentingan pendidikan," kata Pembantu Rektor IV Universitas Bengkulu (Unib) Azhar Marwan.

Azhar Marwan mengatakan, dengan adanya nota kesepahaman antara kedua belah pihak tersebut nantinya para mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk sarana pendidikan. "Fasilitas BMKG bisa dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa juga civitas akademika lainnya," katanya.

Kesepakatan bersama tersebut, katanya, bertujuan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan alat pendeteksi gempa bumi bagi kepentingan pendidikan dan kewaspadaan masyarakat Provinsi Bengkulu yang rawan gempa. "Bengkulu yang berada di pesisir pantai ini rawan gempa dan tsunami sehingga penelitian mengenai alat pendeteksian gempa sangat perlu dilakukan," katanya.

Azhar Marwan mengatakan, mengingat daerah lain yang sudah terkena bencana tsunami maka kesepakatan bersama tersebut sangat mendukung Unib untuk melakukan pengoptimalisasian alat pendeteksi gempa agar dapat dilakukan upaya kewaspadaan masyarakat semaksimal mungkin.

Adapun ruang lingkup dari kesepakatan bersama tersebut berupa penyediaan sarana prasarana deteksi gempa bumi, pemantauan operasional laut, pemantauan pengolahan data dan melakukan pendidikan pelatihan penelitian pada masyarakat.

Dengan adanya kesepakatan bersama ini nantinya para mahasiswa dan segenap dosen yang melakukan penelitian pada BMKG akan secara langsung mendatangi tempat tersebut baik yang berada didaerah ataupun pusat. Dirinya mengharapkan kesepakatan bersama itu dapat terus ditingkatkan dan apa yang diharapkan oleh kedua belah pihak dapat terlaksana dengan baik.

Mahladi, warga Bengkulu, menyambut baik MoU pendidikan dan kewaspadaan masyarakat terhadap gempa. “Saya kira itu merupakan ijtihad yang sangat baik sebagai antisipasi dini bencana,”katanya kepada SIGAP, Senin (8/11). Selain itu, tambah Mahladi, langkah ini menjadi strategis karena menyangkut upaya mensosialisasikan pendidikan tentang kebencanaan.

Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menandaskan selayaknya pendidikan kewaspadaan tidak hanya berkaitan dengan gempa. “Bila memungkinkan diperluas menjadi pendidikan kewaspadaan terhadap bencana alam secara menyeluruh,”tegas Mahladi.

Mahladi berharap melalui pendidikan kewaspadaan tentang bencana masyarakat bisa mengetahui seluk-beluk kebencanaan. “Dengah demikian, bila bencana datang, masyarakat dapat menanggulangi bencana itu secara mandiri,” katanya. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita