Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai: Korban Meninggal Menjadi 448 Orang
Senin, 08 November 2010 07:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/11 (SIGAP) - Koordinator Posko Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mentawai, Paulinus, di Sikakap, Senin (8/11) mengatakan, korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, hingga Senin bertambah menjadi 448 orang.

"Satu jenazah lagi yang sulit dikenali ditemukan warga Munte Baru-Baru Kecamatan Pagai Utara pada Minggu sore," katanya.

Menurut Paulinus, hingga kini warga yang masih belum ditemukan sebanyak 56 orang.

Lebih lenjut Paulinus mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan identifikasi korban meninggal secara lengkap, karena masih perlu adanya koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Sementara itu , korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit darurat dan Puskesmas Sikakap tercatat 173 orang luka berat dan 325 orang luka ringan.

"Sebanyak 13 korban luka-luka dirujuk ke rumah Sakit M. Djamil Padang," kata Paulinus .

Selain itu, lanjut Paulinus, sebanyak 15.353 orang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Upaya pencarian korban hingga pekan ketiga pascagempa 7,2 SR yang disertai tsunami pada 25 Oktober masih akan tetap dilakukan.

Sementara data korban akibat gempa dan tsunami berdasarkan data BPBD Mentawai menyebutkan, korban tewas sebanyak 448 orang. Korban hilang 56 orang, luka berat 173 orang, luka ringan 325 orang. Sedangkan jumlah pengungsi sebanyak 15.353 orang

Gempa dan tsunami ini juga mengakibatkan 517 unit rumah rusak berat, 204 unit rumah dinas rusak ringat, dan 4 unit rumah dinas rusak berat. Semantara 4 unit sekolah rusak berat.

Fasilitas umum, diantaranya 2 Unit Resort (Resort Macaroni dan Katiet) rusak berat. Rumah ibadah 7 unit rusak berat, 7 unit jembatanrusak berat. Sedangkan 8 kilometer jalan rusak berat.

Semantara 1 unit kapal pesiar rusak berat dan 1 unit rusak ringan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita