Minggu, 27 Mei 2012
Gunung Kidul Tampung 4.971 Pengungsi Merapi
Senin, 08 November 2010 04:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/11 (SIGAP) - Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Kantor Kesbangpolinmas Gunung Kidul Sumaryadi, di Wonosari, Senin (8/11) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Darerah Istimewa Yogyakarta, telah menampung sebanyak 4.971 pengungsi letusan awan panas Gunung Merapi teraktif di Indonesia itu.

"Data sementara yang tercatat per Senin (8/11) pukul 07.00 WIB jumlah pengungsi di kabupaten ini mencapai 4.971 jiwa. Jumlah ini belum termasuk di luar penampungan resmi yang ditangani pemkab," katanya.

Menurutnya, jumlah pengungsi di posko pengungsian "Rest Area Bunder" Playen pada hari ini meningkat 100 persen dibandingkan Minggu (7/11) sore.

Dirinya mendapat informasi pada hari ini akan ada eksodus pengungsi besar-besaran dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah sekitar 3.000 orang menuju Kabupaten Gunung Kidul.

"Kami baru mencari posko baru untuk menampung para pengungsi yang akan datang pada hari ini (Senin) dengan jumlah mencapai 3.000 orang karena posko di Rest Area Bunder saat ini sudah penuh diisi pengungsi yang datang sejak Minggu (6/11) malam hingga Senin pagi," katanya.

Dirinya mengatakan jumlah pengungsi yang berada di luar posko pengungsian Rest Area Bunder Playen diperkirakan hingga kini mencapai 4.300 orang.

Sedangkan Kepala Sub Bagian Humas Pemkab Gunung Kidul Aji Saksono mengatakan pengungsi yang berada di luar posko resmi Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul mencapai 4.300 orang yang sudah masuk pada pagi ini.

Aji mengatakan, jumlah pengungsi tersebut baru yang berada di 13 Kecamatan dari 18 Kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul. "Kami belum menerima laporan secara menyeluruh dari kecamatan, masih kurang lima kecamatan yang belum memberikan laporan tentang keberadaan pengungsi di wilayahnya," katanya.

Lebih lanjut Aji mengatakan, untuk menghindari berbagai kemungkinan masalah sosial yang terjadi terkait kedatangan pengungsi, maka Pemkab Gunung Kidul secara resmi memerintahkan setiap camat untuk terus melakukan pendataan kedatangan pengungsi.

Sementara itu, Pemerintah daerah akan memberi pendampingan anak-anak usia sekolah korban letusan Gunung Merapi di tempat pengungsian yang tersebar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memulihkan mental mereka.

"Kami akan memberi pendampingan selama mereka berada di tempat pengungsian," kata Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman Endang Puji Astuti, di Sleman, Minggu (7/11).

Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan alat permainan untuk anak usia 7 tahun hingga 12 tahun dan alat rekreasi untuk anak SMP. Nanti semua itu akan diberikan setelah tahap tanggap darurat selesai agar mental mereka pulih kembali, namun kini tengah melakukan pendampingan.

Ia mengatakan kini sudah ada pendampingan dari berbagai lembaga melalui "psiko social program" sesuai kapasitasnya. Pascatanggap darurat ini direncanakan UNICEF akan memberikan alat-alat permainan untuk memulihkan mental anak-anak korban letusan Gunung Merapi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Malindati Nuraini mengatakan para pengungsi di tempat pengungsian Stadion Maguwoharjo ada sekitar 600 orang yang menderita sakit infeksi saluran pernapasan akut dan syok karena letusan Gunung Merapi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita