Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai: PMI Akan Lakukan Penyemprotan Desinfektan
Jumat, 05 November 2010 18:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/11 (SIGAP) - Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Arifin M Hadi di Padang, Jum’at (5/11) mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) akan melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar lokasi bencana tsunami yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

"Kita berencana melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa lokasi terjadinya tsunami yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya.

Arifin mengatakan, pihaknya akan mendatangkan alat penyemprotan dari Jakarta serta kebutuhan lainnya terkait rencana tersebut.

"Jika semua alat sudah datang, tim akan segera melakukan penyemprotan desinfektan bagi warga Mentawai," katanya.

Menurutnya, penyemprotan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat terjadinya gelombang tsunami di Mentawai.

"Penyemprotan dilakukan karena mulai timbul bau busuk yang diduga berasal dari mayat yang tertimbun dalam lumpur disebabkan genangan air laut," katanya.

Arrifin menambahkan, pihaknya juga akan melakukan vaksinasi bagi tim SAR yang masih melakukan pencarian terhadap korban tsunami.

Hingga kini, katanya, masih di lokasi masih mengeluarkan bau busuk yang rentan menularkan penyakit seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan diare kepada orang yang berada di sekitarnya.

"Para tim evakuasi harus diberikan vaksin ketahanan tubuh dan memakai masker agar tidak membahayakan kesehatan mereka," kata Arifin M Hadi.

Di tempat terpisah, Ketua PMI Sumbar Marlis Rahman di Padang, mengatakan, PMI akan membangun perumahan hunian sementara bagi warga yang dilanda tsunami di Kabupaten Mentawai.

"Perumahan hunian sementara (Huntara) yang akan dibangun sebanyak 1.566 unit bagi warga yang dilanda tsunami," katanya.

Marlis Rahman menambahkan, saat ini PMI pusat telah mengirimkan 50 ribu lembar seng, dan peralatan-peralatan lainnya untuk mempercepat pembanguan rumah hunian.

"Kita telah memberikan bantuan uang tunai senilai Rp5 juta per keluarga untuk membangun rumahnya. Pembangunan rumah hunian sementara ini kita targetkan siap sekitar dua bulan," kata Marlis Rahman.

Sementara itu, memasuki hari ke-11 setelah tsunami di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai, pencarian para korban yang hilang masih dilanjutkan relawan dan tim SAR gabungan.
Pencarian masih dilakukan khususnya ke daerah-daerah pesisir di dusun-dusun yang terkena tsunami, kata anggota tim Basarnas, Hendri, kepada ANTARA di Pelabuhan Sikakap, Kamis (4/11).

Sesuai prosedur tetap SAR, katanya, pencarian korban hilang dilakukan dalam waktu tujuh hari, namun di Mentawai hingga hari ke-10 belum ada perintah dari Basarnas pusat untuk penghentian pencarian.

Menurutnya, untuk keamanan anggota dari penyakit saat mencari korban, tim SAR dilengkapi sarung tangan panjang dan alat keselamatan lainnya.

Dirinya mengatakan, korban yang ditemukan langsung dimasukan ke kantong mayat dan diserahkan kepada masyarakat tempat penemuan untuk dimakamkan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita