Minggu, 27 Mei 2012
Lahar Panas Merapi Terjang 2 Dusun
Jumat, 05 November 2010 04:47
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/11 (SIGAP) – Sebanyak 2 dusun di lereng Gunung Merapi luluh lantak diterjang lahar panas saat terjadi erupsi gunung Merai pada Jumat (5/11) dini hari.

Diinformasikan 2 Dusun tersebut, yakni Dusun Brongangsuruh, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, yang hanya berjarak 15 meter dari aliran sungai Gendol dan Dusun Slodokan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan.

Di Dusun Brogangsuruh meskipun warga telah membuat tanggul permanen dari cor beton setinggi 3 meter dengan ketebalan dua meter di tepi Sungai Gendol namun aliran lahar panas masih mampu melompati tanggul dan menerjang sekitar 10 rumah yang ada di tepi sungai.

Menurut swarga Wukirsari, Cangkringan, Sajarwo, dari sekitar 10 rumah tersebut saat ini baru 5 rumah yang dapat dilakukan evakuasi. Dari evakuasi tersebut  ditemukan 31 jenazah, sedangkan untuk 5 rumah lainnya belum dapat dievakuasi karena kondisinya di atas serta lahar yang berisikan pasir dan batu-batu besar yang menerjang rumah masih sangat panas.

Saat ini di aliran Sungai Gendol yang melintas di dusun tersebut masih sangat nampak kepulan asap dari material lahar panas yang dimuntahkan Gunung Merapi.

"Material lahar masih mengepulkan asap dan udara panas juga sangat terasa di sekitar sungai," katanya.

Sedangkan di Dusun Slodokan, Desa Wukirsari hampir separuh dusun kena terjangan lahar panas Gunung Merapi, ada sekitar 5 rumah yang terbakar namun sampai sekarang belum dapat dievakuasi karena material masih sangat panas.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi menetapkan wilayah aman dari ancaman bahaya Gunung Merapi menjadi lebih dari 20 kilometer dari puncak gunung, dari sebelumnya lebih dari 15 kilometer.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Badan Geologi Surono, di Yogyakarta, Jumat dini hari, mengatakan, sejak pukul 00.55 WIB wilayah aman dari ancaman bahaya Merapi menjadi lebih dari 20 kilometer.

Penetapan tersebut diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terkait dengan erupsi Merapi yang masih tinggi, termasuk kepanikan warga yang dikhawatirkan bisa menyebabkan musibah yang lain. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita