Minggu, 27 Mei 2012
Bali: Gubernur Akan Pimpin Gerakan Tanam 500.000 Rumpun Bambu
Jumat, 05 November 2010 04:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/11 (SIGAP) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika akan memimpin gerakan penghijauan berupa penanaman 500.000 rumpun bambu yang dilakukan secara serentak di berbagai tempat di Pulau Dewata.

Demikian dikatakan Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis (4/11).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Gubernur Pastika akan melakukan gerakan penghijauan itu dipusatkan di Desa Nangka, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali timur pada hari Minggu (7/11).

Dirinya mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan peran serta masyarakat setempat serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tingkat Provinsi Bali dan Pemkab Karangasem.

Kegiatan tersebut dimotori Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kehutanan Provinsi Provinsi Bali sebagai upaya mewujudkan Bali hijau dan bersih.

Kegiatan serupa pada tujuh kabupaten dan satu kota lainnya di Bali juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan melibatkan seluruh pihak antara lain pelajar dari berbagai jenjang sekolah, Lembaga Swadaya masyarakat (LSM), masyarakat desa serta dukungan pemerintah setempat.

Dipilihnya pohon bambu sebagai tanaman reboisasi terutama di daerah aliran sungai (DAS) menurut Kepala BLH Provinsi Bali, AA Gede Alit Sastrawan, karena bambu memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah secara nyata.

Selain itu bambu mempunyai nilai ekonomis tinggi, yakni banyak digunakan masyarakat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan rumah tangga, bahan kerajinan, konstruksi bangunan dan untuk kepentingan adat istiadat.

Dengan demikian Bambu memiliki multi fungsi pemanfaatan sebagai bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, dan aneka kerajinan dengan berbagai tujuan penggunaan, mulai dari cinderamata, mebel, tas, kotak serba guna hingga alat musik serta konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat, konstruksi rumah meliputi tiang, dinding, atap dan lainnya.

"Manfaat lainnya adalah sebagai kebutuhan adat istiadat, bambu biasa digunakan dalam upacara adat Hindu antara lain untuk kepentingan upacara kremasi jenazah," jelasnya.

Alit menambahkan, pohon bambu juga sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka atau gundul akibat penebangan, berkat pertumbuhan rumpun bambu sangat cepat dan toleransinya terhadap lingkungan sangat tinggi serta memiliki kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat efektif.

Demikian pula bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah, tidak membutuhkan investasi besar, pertumbuhannya cepat dan dapat dipanen setiap tahun tanpa merusak rumpunnya," ujar Alit Sastrawan.

Sebelumnya, di bulan Juni lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali menanam 2.600 rumpun bambu di sekitar kawasan suci Pura Jati, Kintamani, Kabupaten Bangli, sebagai upaya mendukung program Bali hijau.

Selain penanaman rumpun bambu, BLH Bali juga melepas 80 ekor burung, antara lain jenis kutilang, cerukcuk, dan tekukur, dengan harapan dapat berkembang biak di sekitar kawasan suci tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita