Minggu, 27 Mei 2012
Lereng Merapi Hujan Kerikil
Kamis, 04 November 2010 19:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/11 (SIGAP) - Lereng Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Jumat (5/11) dini hari pukul 00.50 WIB, dihujani kerikil. Berdasarkan pantauan SIGAP,  sebelumnya Merapi mengeluarkan suara gemuruh yang desertai getaran keras dan petir sehingga menimbulkan kepanikan para pengungsi.

Suara gemuruh, getaran keras, dan petir menyambar yang langsung disusul hujan kerikil membuat ribuan pengungsi bergegas turun gunung teraktif di Indonesia itu untuk mencari tempat perlindungan yang aman.

Hal ini membuat ribuan pengungsi di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pakem, Turi, dan Cangkringan menuruni lereng Merapi. Terlihat pengungsi mengenakan mobil, motor, dan kendaraan TNI. Relawan, TNI, polisi, dan petugas pemerintah setempat membantu mengevakuasi pengungsi.

Para pengungsi ini akan dipindahkan ke Stadion Maguwoharjo di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Kondisi jalan turunan menuju lokasi relokasi pengungsian padat.

Kondisi aktivitas Gunung Merapi seperti itu membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menetapkan wilayah aman dari ancaman bahaya Gunung Merapi menjadi lebih dari 20 kilometer dari puncak gunung dari sebelumnya 15 kilometer.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Badan Geologi Surono mengatakan sejak pukul 00.55 WIB wilayah aman dari ancaman bahaya Merapi menjadi lebih dari 20 kilometer.

Para pengungsi ini akan dipindahkan ke Stadion Maguwoharjo di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Kondisi jalan turunan menuju lokasi relokasi pengungsian padat sehingga terpaksa berjalan pelan-pelan karena jarak pandang terbatas karena abu vulkanik. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita