Minggu, 27 Mei 2012
KKP: Gempa Mentawai Rugikan Sektor Perikanan Rp46,36 Miliar
Kamis, 04 November 2010 06:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/11 (SIGAP) - Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, juga terjadi tsunami mengakibatkan usaha di sektor perikanan mengalami kerugian sekitar Rp46,36 miliar.

Demikian data yang dihimpun dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). KPP memperkirakan kerugian sebesar itu dialami pengusaha perikanan di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Sipora, Pagai Utara, Sikakap, dan Pagai Selatan, kata Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi KKP Soen`an H. Poernomo, dalam siaran persnya diterima ANTARA di Padang, Kamis (4/11)

"Titik-titik yang terkena dampak bencana umumnya adalah desa nelayan. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sikakap juga mengalami kerusakan relatif parah karena terendam air dengan ketinggian 1,5 meter," katanya.

Menurut Soen`an, data tersebut diperoleh bersamaan dengan kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ke lokasi bencana Mentawai, Rabu (3/11) dengan sejumlah staf menteri untuk menghitung kerugian aset yang diderita masyarakat kelautan dan perikanan di Mentawai.

Dirinya menambahkan, saat ini PPP masih dapat berfungsi sebagai dermaga pendukung dan area stocking place bantuan dari Padang.

Sebagai bantuan awal, katanya, KKP menggunakan Baruna Jaya III untuk pengiriman makanan kering siap saji seperti biskuit.

"KKP juga memobilisasi Kapal Pengawas Hiu Macan 01 dari Belawan menuju Padang, dan menetapkan Posko Utama Tanggap Darurat di Sikakap serta Posko Pendukung di Bosua," katanya.

Selain itu, sebagian anggaran eselon I KKP sebesar Rp10 miliar juga akan dialihkan untuk upaya rehabilitasi PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) Sikakap, rumah nelayan tahan bencana, penyediaan kapal nelayan, serta karamba jaring apung.

Sedangkan untuk rekonstruksi, KKP akan membantu menyusun zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, penataan kembali ruang/kawasan sesuai hasil-hasil mitigasi bencana pesisir-laut, rekonstruksi pemukiman nelayan, serta rekonstruksi sarana prasarana pendaratan ikan berbasis mitigasi bencana.

"Kami sudah memetakan lokasi-lokasi lain yang punya potensi besar terkena tsunami, dan berharap dapat segera bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasinya," kata Fadel seperti dikutip Soen`an.

Sementara itu, guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat kelautan dan perikanan di Mentawai KKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliiar.

"Untuk tahap awal KKP akan memberi bantuan awal senilai Rp185 juta pada korban gempa dan tsunami di Mentawai," kata Menteri KKP Fadel Muhammad seperti disampaikan Soen`an.
Menurut Soen`an, di samping menyampaikan rasa prihatin mendalam atas bencana menimpa masyarakat Mentawai, Menteri KKP juga menyampaikan perhatian pada beberapa lokasi yang memiliki potensi terhantam tsunami di masa mendatang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita