Minggu, 27 Mei 2012
Terjadi Erupsi Eksplosif Merapi Disertai Batu Pijar
Kamis, 04 November 2010 03:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/11 (SIGAP) – Kamis (4/11) pagi terjadi erupsi eksplosif Gunung Merapi pada pukul 06.00 WIB, juga disertai dengan semburan api dan juga batu pijar. Selain itu juga menciptakan kolom asap setinggi sekitar 8 kilometer.

Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, semburan api dan batu pijar erupsi Gunung Merapi tersebut, mencapai jarak sekitar 500 meter yang terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah Boyolali.

"Adanya kolom asap tersebut menunjukkan bahwa erupsi yang terjadi di Gunung Merapi pagi ini bersifat eksplosif," kata Kepala Badan Geologi R Sukhyar di Yogyakarta, Kamis (4/11).

Kolom asap tersebut, juga menunjukkan banyaknya material halus Gunung Merapi yang terlontar keluar, sehingga berpotensi mengakibatkan hujan abu vulkanik.

Laporan BPPTK tentang aktivitas seismik Gunung Merapi pada pukul 00.00-00.07 WIB telah terjadi gempa tremor, guguran dan awan panas yang terjadi secara berentetan.

Berdasarkan laporan dari petugas pengamatan Gunung Merapi, kepulan asap tersebut terlihat dari semua sektor dengan arah awan panas dominan ke Kali Gendol.

Pelataran Pasar Bubrah dilaporkan terlanda awan panas dan lontaran batu pijar, serta gemuruh dan getaran dapat dirasakan di Pos Ngepos, Pos Krinjing, Pos Jrakah, dan Pos Selo.

Dentuman dan getaran juga dilaporkan dapat terdengar dan dirasakan oleh masyarakat di Pakem yang berjarak sekitar 17 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.

Sementara itu, pada Rabu (3/11) telah terjadi dua gempa vulkanik, 21 gempa "multiphase", 11 gempa "low frequency", tremor, guguran dan awan panas secara berentetan.

Radius aman juga masih diberlakukan sejauh 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi sebagai langkah antisipasi perluasan daerah yang terlanda awan panas.

Sebelumnya terdengar suara gemuruh cukup keras dan terus menerus yang diduga kuat luncuran lava dari puncak Gunung Merapi hingga Kamis pagi masih terdengar hingga Kota Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berbagai ruas jalan terlihattertutup abu vulkanik cukup tebal sebagai dampak semburan awan panas Merapi. Selain itu, banyak pohon tumbang akibat tertimpa abu tersebut.

Seorang warga berasal dari Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Jaswadi, mengatakan, dirinya melakukan perjalanan dengan sepeda motor dari tempat pengungsian di gedung Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) "Widodo" di Kota Kecamatan Dukun, sekitar 15 kilometer barat puncak Merapi menuju Kota Muntilan.

"Di sepanjang jalan terdengar terus menerus suara guguran itu, keras sekali," ucapnya mengungkapkan.

Para pengungsi warga Merapi di berbagai desa terakhir dari barat puncak Merapi hingga saat ini masih menempati berbagai tempat pengungsian, terutama di kawasan Kota Kecamatan Dukun.

Hingga sekitar pukul 08.30 WIB hujan abu masih mengguyur Kota Muntilan, sedangkan para pengendara sepeda motor terlihat mengenakan jas hujan, menutup hidung dan mulutnya dengan masker, dan menyalakan lampu kendaraannya.

Suara gemuruh cukup kuat dari arah puncak Merapi juga terdengar di Kota Kecamatan Muntilan.

Seorang warga setempat, Purwaningsih mengatakan, hujan abu cukup deras juga menimpa kawasan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, sekitar 25 kilometer barat puncak Merapi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita