Minggu, 27 Mei 2012
Merapi Terus Luncurkan Awan Panas
Rabu, 03 November 2010 10:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/11 (SIGAP) - Aktivitas Gunung Merapi pada Rabu (3/11) siang mengalami peningkatan dengan terus meluncurkan awan panas yang telah berlangsung sekitar dua jam.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Rabu (3/11) mengatakan kemungkinan besar, tekanan di dalam gunung masih cukup tinggi sehingga awan panas pun masih terus berlangsung.

Berdasarkan data pengamatan di BPPTK, luncuran awan panas tersebut mulai terjadi sekitar pukul 11.12 WIB dan hingga berita ini diturunkan masih terus berlangsung.

Menurutnya, dengan adanya luncuran awan panas selama sekitar dua jam tersebut, kemungkinan besar kubah lava baru yang terjadi dari hasil erupsi 2010 berdiameter sekitar 50 meter yang menggantikan kubah lava 2006, sudah tidak ada lagi.

Apalagi, lanjutnya, sebelum muncul luncuran awan panas selama dua jam, kembali ditandai dengan munculnya gempa vulkanik.

"Gempa vulkanik ini menunjukkan adanya energi dari dalam yang ingin keluar, tetapi mengalami hambatan yang cukup besar," ucapnya.

Subandriyo mengatakan, jarak luncur awan panas pada Rabu siang tersebut diperkirakan mencapai jarak lima kilometer (km) dengan arah masih ke Kali Gendol.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan aktivitas seismik Gunung Merapi hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 21 gempa "multiphase", 11 gempa "low frequency", 140 kali guguran dan 38 kali awan panas.

Awan panas besar tercatat terjadi sekitar 8.14 WIB selama tujuh menit hingga pukul 08.21 WIB ke arah Kali Gendol dengan ketinggian asap mencapai sekitar 1,3 kilometer.

Masyarakat tetap diimbau untuk tidak beraktivitas di badan sungai dan tetap berada pada radius lebih dari 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sementara itu, Berdasarkan informasi di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Rabu radius awan panas yang diluncurkan oleh Gunung Merapi selama lebih dari satu jam setengah telah mencapai jarak sekitar 9-10 kilometer.

"Radius awan panas yang meluncur selama lebih dari satu setengah jam ini sudah hampir mencapai Lapangan Golf Merapi," kata Kepala BPPTK Yogyakarta, Subandriyo di Yogyakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, jarak aman untuk penduduk kemungkinan besar akan diperluas hingga radius 15 kilometer (km) karena sampai saat ini awan panas belum berhenti.

Luncuran awan panas besar mulai tercatat sekitar pukul 14.30 WIB dan hingga berita ini diturunkan, awan panas masih terus meluncur.

Petugas di BPPTK kesulitan untuk memantau arah luncuran awan panas tersebut karena kondisi di puncak Gunung Merapi berkabut dan hujan.

Berdasarkan catatan aktivitas seismik Gunung Merapi di BPPTK hingga pukul 12.00 WIB, telah terjadi sebanyak 21 kali gempa multiphase, 11 kali gempa low frequency, 140 kali guguran dan 38 kali awan panas. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita