Minggu, 27 Mei 2012
Merapi Kembali Semburkan Awan Panas
Selasa, 02 November 2010 11:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/11 (SIGAp) - Gunung Merapi, Selasa (2/11) sore, dua kali menyemburkan awan panas dari puncaknya yang lebih besar dibandingkan Selasa pagi. Kejadian itu tidak sampai menimbulkan kepanikan warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sementara berdasarkan petugas pemantau Gunung Merapi Pos Krinjing Kecamatan Dukun, Yulianto, 2 kali semburan Selasa sore itu tidak disertai dengan letusan yang terdengar hingga pos pemantauan dan kekuatan semburan juga lebih kecil dibandingkan letusan Senin (1/11) pagi.

Yulianto mencatat, semburan awan panas pertama kali terjadi sekitar pukul 17.10 WIB dengan arah barat daya ke Kali Gendol, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta dan ke barat, wilayah Kabupaten Magelang. Semburan awan panas kedua membumbung cukup tinggi, terjadi sekitar pukul 17.28 WIB dengan arah ke barat.

Reaksi warga Desa Sumber ketika menyaksikan semburan Merapi, Selasa (2/11) sore, lebih tenang. Tidak tampak ada kepanikan warga sehingga mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Sebagian warga saat itu memang baru saja turun gunung ke lokasi pengungsian setelah seharian mencari pakan ternak, merawat tanaman pertanian, dan menengok rumah yang telah ditinggalkan selama sepekan lebih.

Kepala Desa Sumber, Maryono, ketika ditemui menyatakan, sebagian pria pengungsi setiap pagi menuju ke dusun tempat mereka tinggal untuk merawat ternak. Desa Sumber berjarak sekitar 12 kilometer dari puncak Merapi.

Sebelumnya berdasarkan pantaua SIGAP, guguran awan panas mendominasi aktivitas Gunung Merapi pada Selasa (2/11) pagi yang menandakan bahwa gunung api aktif tersebut mulai melepaskan energinya dalam skala yang lebih kecil dibanding letusan-letusan sebelumnya.

Awan panas yang terjadi pada Selasa pagi sebanyak tiga kali mulai pukul 05.23 WIB tersebut adalah murni berasal dari magma yang runtuh.

Awan panas guguran tersebut menuju ke Kali Gendol dengan jarak luncur mencapai tiga hingga empat kilometer (km) dan ketinggian asap mencapai sekitar 700 meter.

Berdasarkan laporan pengamatan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, teramati titik api diam sekitar pukul 03.23 WIB dari Pos Kaliurang dan sinar api sekitar pukul 01.45 WIB dari Pos Ngepos.

Sementara itu, aktivitas seismik Gunung Merapi pada pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB adalah 18 kali gempa multiphase, 24 kali guguran dan tiga kali awan panas, sedangkan gempa vulkanik dan low frequency tidak terjadi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita