Minggu, 27 Mei 2012
Banjir Bengawan Solo di Hilir Belum Aman
Selasa, 18 Mei 2010 01:56
AddThis Social Bookmark Button

 

Bojonegoro, 18/5 (ANTARA) - Banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Jatim, masih belum aman, dengan perhitungan adanya air laut pasang di Pelangwot, Lamongan.

 

"Air Bengawan Solo di daerah hulu Jateng, termasuk Bojonegoro, sudah surut. Namun akibat air laut pasang di Pelangwot, banjir di daerah Tuban dan Lamongan, statusnya masih siaga III," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Pudjo Buntoro, Selasa.

Dia menjelaskan, dari hasil pemantauan di Pelangwot, Lamongan, tinggi muka air laut hanya berkisar 0,50 meter dengan tinggi permukaan air banjir Bengawan Solo yang lewat Sudetan Sedayu Lawas sepanjang 13,4 kilometer ke laut.

Akibatnya, air banjir Bengawan Solo melambat terbuang ke laut, sehingga genangan air banjir di wilayah Tuban dan Lamongan. Ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Bojonegoro, turun di bawah siaga banjir menjadi 27,00 meter pukul 06.00 WIB.

Sedangkan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro, juga turun menjadi 14,43 meter (siaga II) pukul 07.00 WIB. Ketinggian air tertinggi di Bojonegoro sempat mencapai ketinggian 14,75 meter, Senin (17/5) pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, ketinggian air di daerah hilir Tuban dan Lamongan, masih terus merambat naik, akibat air banjir sulit terbuang ke laut. Dari data yang ada, ketinggian air di Babat, Lamongan, merangkak menjadi 7,72 meter (siaga III) pukul 06.00 WIB.

Di Pelangwot 5,37 meter (siaga III) dan di Laren 4,16 meter dan di Kuro Lamongan 1,98 meter semuanya siaga III pukul 06.00 WIB. "Pantauan ketinggian air di Kuro itu, juga mengambarkan kondisi banjir di Gresik juga masuk siaga III," paparnya menjelaskan.

Menurut dia, dengan surutnya air banjir di daerah hulu Jateng dan Ngawi, juga Ponorogo dan lereng Gunung Lawu, mengakibatkan air di Bojonegoro turun."Hanya karena air banjir sulit terbuang ke laut, banjir masih belum aman dan tetap diwaspadai," ujarnya menambahkan.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kasiyanto menyatakan, belum bisa memberikan data rinci korban banjir luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, karena sebagian wilayah masih terendam air banjir.

"Seperti di Kecamatan Balen dan Baureno, genangan air banjir masih terjadi," katanya menambahkan.

Dari data sementara, banjir luapan Bengawan Solo, sedikitnya merendam 54 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Sedangkan rekapitulasi yang sudah dilaporkan banjir merendam 1.744 hektare areal tanaman padi yang baru dipanen dan merendam ratusan rumah warga.

"Karena tanaman padi rata-rata baru ditanam, kemungkinan besar mati semua," tuturnya. (T.KR-SAS/B/C004/C004) 18-05-2010 08:50:21 NNNN

 

 

Arsip Berita