Minggu, 27 Mei 2012
Merapi Dilintasan Sejarah Letusan
Senin, 01 November 2010 19:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/11 (SIGAP) - Gunung Merapi kembali meletus ditahun 2010 ini. Dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB. ”Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Yogyakarta, Selasa 26 Oktober 2010.

Sementara itu, diperkirakan merapi masih terus mengeluarkan material. Sedikitnya sekitar 11 juta meter kubik sudah dikeluarkan dari kubah lava Merapi, demikian menurut R Sukhyar, Kepala Badan Geologi di ruang monitoring akitivitas Gunung Merapi di kantor BPPTK Yogyakarta, seperti dikutip dari situs www.esdm.go.id.

Sekitar 1.000 tahun yang lalu (1006 Masehi), Merapi dikabarkan pernah meledak dahsyat, oleh Van Bemmelen (1949). Akibat dari letusan ini, sebagian puncak runtuh, melorot, dan longsor ke arah barat daya, tertahan oleh Perbukitan Menoreh, kemudian membentuk gundukan-gundukan bukit yang dikenal sebagai Gendol Hills.

Bukti bahwa Merapi pernah meletus, adalah di dusun-dusun Kadisoka, Kedulan, dan Sambisari (Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) terdapat candi-candi kuno peninggalan masa Dinasti Sanjaya Mataram Hindu, yang ketika diketemukan terkubur oleh endapan lahar dan abu vulkanik setebal 6-8 meter.

Bahkan di tempat-tempat tersebut, dapat dijumpai lapisan endapan abu vulkanik yang ketebalannya 20-60 sentimeter. Sedangkan, di daerah Borobudur tebal lapisan abu dan pasir vulkanik mencapai 200 sentimeter. Tentu saja sebuah letusan yang besar, yang memungkinkan hal tersebut.

Di tahun 1672 M Gunung Merapi meletus, akibat letusan itu 3.000 orang meninggal dunia.

Gunung Merapi kembali meletus dahsyat di tahun 1786, di tahun ini tidak tercatat secara jelas jumlah korban yang tewas akibat ledakan tersebut.

Pada tahun 1822, kembali Gunung Merapi meletus tercatat setidaknya 100  orang meninggal dunia.

Hanya berselang 50 tahun tepatnya di tahun 1872, Gunung Merapi kembali menghamburkan abu vulkanik secara dahsyat akibatnya 200 orang meninggal dunia.

Di tahun 1930 letusan hebat kembali terjadi, kali ini aliran lava, piroklastika, dan lahar hujan, mengguyur dan menghancurkan 13 desa akibatnya 1400 orang tewas akibat peristiwa alam ini.

Dalam ingatan peristiwa sejarah meletus Merapi, pada tahun 1961, terjadi aliran lava, awan panas, hujan abu, dan bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan, enam orang meninggal sebagai korban. Pada saat itu Magelang dan sekitarnya sempat remang-remang dibalut abu dan debu vulkanik.

Pada tahun 1969, terjadi letusan cukup besar, ada awan panas letusan, guguran kubah lava, hujan abu, dan bom gunung api, korban manusia tiga orang.

Letusan tahun 1972-1973 termasuk tipe volkano, menghasilkan semburan asap hitam setinggi tiga kilometer di atas puncak, hujan pasir dan kerikil di Pos Babadan, guguran awan pijar ke Kali Batang sejauh tiga kilometer.

Pada hari Selasa, 22 November 1994, sekitar pukul 10.00 selama lebih kurang dua jam Merapi mengeluarkan wedus gembel-nya ke arah Kali Boyong, menelan 67 korban manusia. Februari 2001, Merapi giat lagi.

Selain letusan hebat diatas, setidaknya banyak letusan Gunung Merapi juga terjadi di tahun-tahun 1832 meninggal 32 orang, 1872 sejumlah 200 orang, 1904 16 orang, 1920 35 orang,1930 1369 orang,1954 64 orang luka 57 orang 1961 6 orang,1969 3 orang,1976 29 orang luka 2 orang, 22 November 1994 66 orang luka 6 orang, 1997 tidak ada korban 1998 tidak ada korban, 2001 tidak ada korban, mei 2006 2 orang meningga.

Seperti diketahui, gundukan kubah lava yang bisa gugur sewaktu-waktu, disebabkan oleh desakan dari dalam. Guguran itu menghasilkan aliran piroklastik yang dikenal sebagai awan panas atau wedus gembel (karena penampilannya bergulung-gulung berwarna kelabu kelam, bergerak cepat, seperti sekawanan domba menuruni lereng).

Erupsi seperti ini yang disebut sebagai tipe Merapi.

Gunung Bibi di lereng timur Merapi merupakan endapan lava hasil kegiatan Merapi paling primitif (Proto Merapi).

Sementara itu, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan di Kaliurang merupakan produk Merapi berikutnya (Merapi Tua).

Berbeda dengan Merapi Tua dan Merapi Primitif yang menghasilkan endapan lava sangat tebal, Merapi yang lebih muda memproduksi endapan lava yang tipis-tipis, lahar hujan, dan piroklastik fraksi halus (tuf atau abu vulkanik).

Letusan Merapi Masa kini (2.000 tahun) pada umumnya ke arah barat, barat daya, dan selatan. Sebelumnya, letusan Merapi diduga ke segala arah. (Laporan wa prasetya/ suara merdeka/berbagai sumber)






































 

Arsip Berita