Minggu, 27 Mei 2012
Pascaerupsi Aktivitas Merapi Alami Penurunan
Senin, 01 November 2010 03:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/11 (SIGAP) - Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Boyolali, mencatat aktivitas gunung Merapi di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada hari Senin (1/11) mengalami penurunan pascaerupsi pada Minggu (31/10) sore.

Demikian dikatakan petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Boyolali, Purwono, di Boyolali, Senin (1/11).  "Data seismig pada hari Senin, selama pukul 00.00-O6.00 WIB menunjukkan aktivitas yang menurun drastis," katanya.

Selama periode tersebut, lanjut Purwono , tercatat hanya sekitar 16 kali guguran material Merapi, tanpa satu pun tercatat gempa vulkanik pada seismograf digital yang ada di pos ini.

Kondisi tersebut, menurutnya, berbeda jika dibanding pada periode Minggu sore, yang tercatat puluhan kali guguran serta sejumlah gempa vulkanik.

Purwono menuturkan, pemantauan secara visual dari pos ini sulit dilakukan menyusul kabut tebal yang menyelimuti puncak Merapi.

"Pemantauan hanya mengandalkan radio komunikasi dan seismigraf yang ada," katanya.

Dirinya menambahkan, saat terjadi erupsi pada Minggu sore, material gunung berapi mengalir ke 5 sungai yang ada di sekitar lereng merapi.

Sementara itu, kondisi puncak Merapi yang dipantau dari Pos Jrakah sempat terlihat cerah pada Senin pagi.

Asap sulfatara tampak mengepul dari puncak Merapi dengan arah hembusan angin ke Timur Laut dan Utara.

Kondisi cerah puncak Merapi tidak berlangsung lama, karena sejak pukul 07.30 WIB, wilayah gunung ini kembali diselimuti kabut tebal.

Sementara itu terkait  dengan kegiatan pengungsian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mengirimkan 100 relawan untuk membantu para pengungsi korban letusan Gunung Merapi.

Sekretaris Utama BNPB Fatchul Hadi di Jakarta, Minggu (31/10) mengatakan, kegiatan ini merupakan gelombang relawan pertama yang dikirimkan dari Jakarta.

Fatchul menjelaskan, sebelumnya BNPB sudah mengerahkan berbagai relawan dari daerah-daerah di sekitar Yogyakarta.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, 100 relawan yang akan dikirimkan bersama dengan sejumlah bantuan tersebut menurutnya sudah mendapatkan sertifikasi.

Para relawan tersebut akan bertugas membantu pengungsi korban letusan Gunung Merapi hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Yang pasti mereka sangat dibutuhkan untuk membantu proses tanggap darurat," katanya.

Fatchul Hadi mengatakan, pengiriman relawan dari Jakarta sementara hanya diperuntukkan bagi Merapi.

"Sementara ini belum ada rencana pemberangkatan relawan untuk membantu korban tsunami di Kepulauan Mentawai," katanya.

Namun dirinya menyebutkan pihaknya juga sudah mengerahkan relawan di sekitar Kepulauan Mentawai untuk menuju lokasi bencana. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita